
"Dan saya nyatakan, anda lulus dalam ujian sidang hari ini" alhamdulillah.. Kalimat yang sangat ingin saya dengarkan semenjak 3 tahun yang lalu, 3 tahun yang sangat melelahkan , 3 tahun yang penuh cobaan, 3 tahun yang penuh kisah suka dan duka, alhamdulillah hari ini saya dinyatakan LULUS..
Akhirnya..akhirnya..akhirnya.. Saya bisa melewati semua ini \^^/
Setelah sekian lama saya tidak mengUpdate blog ini, pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua keluarga, saudari seperjuangan dan teman-temanku yang selalu memberikan motivasinya kepada saya…
Yang pertama buat orangtua, adik dan nenek ku tercinta… jazaakumullohu khoiron ^^
Buat Omku yang nun jauh disana, yang juga sedang dalam proses penyelesaian studynya, terima kasih banyak om :') . Motivasi yang engkau berikan sangat, sangat bermanfaat. Di saat saya terpuruk dan tidak yakin akan bisa melanjutkan kuliahku, kau selalu membantuku, memotivasiku dan mengatakan "Terus berusaha, jangan pernah takut gagal karena gagal bukanlah sebuah aib, kegagalanmu adalah jalanmu untuk menuju kesuksesan Insya Alloh dan saya yakin kamu bisa melalui semuanya". Dan akhirnya saya bisa om… Terima kasih..Terima kasih.. Terima kasih!! You are the best uncle I ever had.
Untuk Kak Fitri salsabila, jazaakillahu khoiron kak, motivasi, nasehat, pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga yang selalu kau berikan padaku. Kau selalu mengajarkan padaku untuk memiliki cita-cita yang tinggi, memiliki semangat yang berkobar, memiliki tujuan yang jelas dalam hidup, dan berusaha untuk meraih cita-cita yang selama ini kuimpikan walaupun itu setinggi langit. "tidak ada yang mustahil jika kita berusaha" itu katamu. Syukron kak, mulai hari ini saya akan berusaha yang terbaik untuk meraih cita-citaku yang tinggi… bukankah tidak dikatakan sebuah impian jika tidak tinggi, bukan? Hhheee.. Fitri Onnie… Saranghaeyo ^^v
Untuk seluruh karyawan di toko tercinta special buat saudariku syifaa'… Syifaa' akhirnya saya bisa ^^v, jazaakillahu khoiron ukhti atas semangatnya, atas bantuannya.. Hanya Alloh yang bisa membalas kebaikanmu, cepatki nyusul nah ^^
For my lovely friend diena… ukhti, I'm Back.. Hhhheee, bantu saya ya ^^ jazaakillahu khoiron
Untuk teman-teman seperjuangan di kampus tercinta, alhamdulillah akhirnya kita bisa melewati semuanya teman! 3 tahun bersama sungguh hal yang sangat indah dalam hidupku, sedih, senang, kecewa bahkan air mata yang terkadang tumpah untuk hal-hal yang tak diinginkan juga melengkapi kisah hidup kita selama belajar di kampus. Terkhusus buat temanku Rani, Kia, Nia, Sri, Zulfi, Mona dan Yuni.. Terima kasih teman-temanku karena telah memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam hidupku, terima kasih karena kalian selalu ada di saat suka dan duka selama berada di kampus, sekarang ataupun selamanya, kapan dan dimanapun tempatnya, kalian akan menjadi teman yang sangat berharga di hatiku. GamshaHamnida, Saranghamnida :-* *Big Hug for you All*
Dan untuk semuanya yang telah membantu, jazaakumullohu khoiron atas bantuannya, Alloh lah yang membalas kebaikan kalian semua… amiin..allohumma amiin...
-Serambi Madinah, 6 November 2010-
"Sengaja membuat tulisan ini karena teringat dengan perkataan my Onnie "tulislah apa yang kamu rasakan", jazaakillahu khoiron kak buat motivasinya sekali lagi, alhamdulillah tanggal 5 November saya dinyatakan LULUS" ^^v
Ayo baca Lagi...
Demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah kepada seseorang atas perantara kamu maka (ganjarannya) lebih baik bagi kalian daripada kalian mendapatkan seekor onta merah. (HR .Muslim)
Saya LuLus!!
Ucapan selamat
Barakallohu laka wa baraka 'alayka wa jama'a baynakumaa fii khair buat 2 orang kakak yang melangsungkan pernikahannya beberapa hari yang lalu
tanggal 28 Juli 2010
Uswah Onnie (kak uswah)
Tanggal 1 Agustus 2010
Kak irawati Rauf...
Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadaah wa rahmah... amiin...
^^
Ayo baca Lagi...
Saat Kau Pergi, Dinda
mungkin ini akan menjadi sajak yang kelam
meski mentari tadi pagi tak mengisyaratkan apa-apa tentang kepergianmu
dari perpisahan kita yang sementara dahulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
perjumpaan kita dahulu dalam taman syurga adalah sebuah janji
untuk kembali berjumpa di syurganya nanti
mengapa harus seperti ini diingatkan diriku?
tentang sujud yang pendek
atau lisan yang mengering
dan lantunan ayat suci yang tak lagi mengalun
mengapa harus seperti ini diingatkan diriku,
dengan kepergianmu.
"puisi yang dibuat oleh Ukhti Rifa'ah
buat adinda Kalsum Amaliah
yang berpulang kepada Allah
Ahad, 11 Juli 2010"
We will miss you so much dik...
Ayo baca Lagi...
Jenuh
Rasa jenuh mungkin bisa menghampiri setiap orang termasuk seorang aktivis dakwah… sudah teramat banyak orang yang jenuh dengan kegiatan dakwah yang begitu sangat menyita waktunya, sampai akhirnya dia memtuskan untuk "berhenti" dalam dunia dakwah… na'udzubillah…
Hemm,,,, rasa jenuh itu pun sempat menghampiriku, dengan kesibukan di kampus, tugas yang menumpuk, lingkungan yang tidak mendukung, walhasil menyebabkan kejenuhan yang teramat sangat besar terhadap kegiatan dakwah.. Jangankan untuk pergi ke sebuah musyawarah untuk membicarakan kemajuan dakwah, bahkan untuk membalas sms akhwat pun yang menanyakan kabar kenapa jarang kelihatan di tempat kajian ataupun musyawarah sungguh sangat malas untuk kuladeni… astaghfirulloh….
Terlalu cinta dunia bisa membuatku lupa terhadap hakikatku sebagai seorang hamba untuk diciptakan. Tertawa, bercanda, bersenang-senang dengan teman-teman kampus tentang hal-hal duniawi memang sangat menyenangkan..sangat menyenangkan.. . Namun dari hati yang terdalam, ada sesuatu yang rasanya hilang, kegelisahan mulai merasuki diri.. Sesaat melihat saudari-saudariku yang masih begitu semangatnya berjalan di dunia dakwah, dengan kesibukan dunianya yang sangaat banyak tapi tidak sampai membuatnya mundur di jalan yang di ridhoi alloh, membuat hatiku sungguh iri. Rasanya walaupun setiap hari tersenyum bahagia dengan teman-teman di kampus, namun perasaan yang ada dalam hati sepertinya ingin menangis sekeras-kerasnya, rasanya ingin kembali seperti dulu, tapi sungguh sangat sulit…
Sampai akhirnya, suatu malam, saya berbincang dengan seorang kakak… subhanalloh, mengkin ini cara alloh membuatku sadar atas kesalahanku selama ini, cara alloh untuk menolongku dalam masalah yang kualami saat ini. Kuutarakan kepadanya apa yang kurasakan selama ini, kukatakan bahwa "saya ingin kembali ke dunia dakwah, tidak ingin lagi terperanjat oleh bujuk rayu dunia yang selama ini melalaikanku" .
beliaupun menasehatiku dengan mengatakan bahwa apa yang kurasakan tentang kejenuhan terhadap dakwah mungkin pernah dirasakan oleh semua aktivis dakwah, beliau mengatakan bahwa diriku beruntung karena masih sadar dengan kesalahan yang kubuat dan berniat bahkan masih bertekad kuat untuk memperbaiki diri, karena diluar sana banyak orang yang juga mengalami hal yang sama namun tidak sadar bahwa dirinya telah dilalaikan oleh dunia, tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan bisa membuatnya jauh dari Alloh.
Beliau juga mengatakan bahwa apa yang kita lakukan di jalan dakwah ini memang teramat sangat berat.. Sangat berat, tapi disinilah keimanan kita diuji oleh Alloh, disinilah cara Alloh untuk meningkatkan keimanan kita, ketika kita mendapatkan satu ujian di dunia ini dalam urusan dakwah dan kita bisa menyelesaikannya dengan baik maka tunggulah ujian berikutnya yang lebih sulit dari ujian sebelumnya, memang sangat berat berada di jalan ini, namun ingatlah bahwa dibalik kepahitan, rasa sakit, rasa lelah yang kita rasakan, akan ada buah yang sangat manis yang kelak akan kita rasakan ketika kita bisa menyelesaikan ujian tersebut dengan penuh kesabaran….
Ketika kita sholat, tumpahkanlah semua rasa letih dan lelah yang kita rasakan selama melakukan kegiatan dakwah, maka insya alloh akan kita rasakan kenikmatan yang begitu besar yang diberikan Alloh…
Jangan pernah menjauh dari akhwat, jangan biarkan kehidupan duniawi mendominasi diri kita, jika memang kita telah merasakan gejala "kefuturan" tersebut, maka cepatlah bertindak, cepatlah mencari obat agar penyakit kefuturan tersebut bisa lenyap dari diri kita.
Saya mendengarkan nasehat-nasehat beliau dengan begitu cermat, ada rasa lega di dalam hati, ada kepuasan bathin yang kuterima. Terima kasih ya Alloh buat persaudaraan yang indah ini, terima kasih karena masih membiarkanku untuk berada di jalan ini, terima kasih untuk kesempatan yang kau berikan untuk kembali memperbaiki diriku… walhamdulillah robbil'alamin
"buat Uswah onnie, jazaakillahu khoiron ya onnie buat nasehatnya…hhhuuu menyentuh banget gituu.. Uhibbukifillah,,,,, saranghaeyo…. *big Hug ^^v "
Serambi madinah, 24 Juni 2010…
Ayo baca Lagi...
Dapat Award..

ini award ketiga yang kudapat,,, sebelumnya dari ukhti rifa'ah dan ukhti kia... 2 award yang lalu sebenarnya kurang ngerti mau diapakan.. tapi ini lumayan gampang...sebenarnya malas juga pasangnya, tapi buat menghormati temanku yang memberikan awardnya *hhhee,, afwan yah ran.... jadinya dipasang juga....
oke..kita lihat apa peraturannya...
1. Thank and link the person that gave you the award.
2. Pass this award to 15 bloggers you’ve recently discovered and think are fantastic
3. Contact said Blogs and let them know they’ve won the award
4. State 7 things about yourself.
Jawaban yang pertama : hemmm..syukron yah buat Rani Syarief teman seperjuanganku dari SMP sampai sekarang.. buat awardnya, jazaakillahu khoiron...^^v
Jawaban kedua: awardnya mau ku kasih buat kak fitri salsabila, diena rifa'ah, kak Amatullah, Kak Muharrikah, mau diberikan sama syifaa juga tapi sayang dia belum punya blog..hhhoo
Jawaban ketiga: oke..insya alloh
The last answer...
1.wanita
2.akhwat
3.masih kuliah
4.dst
5.dst
6.dst
7.dst
(maaf ya..nda bisa jujur, hhe ^^)
hemmmm,..... itu aja buat awardnya, yang dapat award, silahkan ambil ya...gratis kok..^^
Ayo baca Lagi...
Sebuah rasa..
Lama kutahan perasaan ini…
Ku tak ingin orang tahu apa yang kurasakan
Ku tak ingin ada yang tersakiti hanya karena aduanku tentang sebuah rasa..
Sampai hari ini, perasaan sakit yang selama ini kututupi akhirnya terbuka juga…
Air mata yang selama ini kutahan, sudah tak dapat lagi di bendung…
Aku terima, ketika aku disepelekan
Aku terima ketika orang tidak percaya padaku
Aku terima ketika berbagai hujatan dilontarkan kepadaku
Aku terima…
Namun, aku bukanlah batu karang yang berada di lautan..
Yang bisa tetap berdiri kokoh walaupun ombak berulangkali menerpa..
Aku pun bukan baja yang tidak mudah retak jika dipukul berulang kali
Aku hanyalah seorang manusia ..
Manusia yang punya perasaan
Manusia yang punya rasa sakit hati
Manusia yang juga mampu mengurai air mata….
Aku pun bisa bersedih…
Aku pun bisa menangis..
Dan aku pun bisa merasakan sakit…
Ketika lontaran "keras" kau tujukan padaku, di depan orang banyak
Bahkan di depan orang yang tak seharusnya tahu tentang "kesalahanku"
Kucoba untuk menahan rasa sakit hati itu…
Kucoba untuk tetap bersikap biasa ketika mendengarnya..
Tapi tak bisa…
Akhirnya deraian airmata itu pun tumpah, yang sebenarnya tak ingin kutunjukkan pada kalian..
Permintaan maaf pun aku terima detik itu juga..
Tapi, maaf..rasa kecewa dan sakit hati tak bisa hilang begitu saja…
Butuh waktu yang lama untuk melupakan rasa sakit hati itu…
Namun kucoba dan kucoba untuk kembali menyusun kepingan hati yang telah tersakiti…
Kucoba untuk kembali seperti dahulu…
Tanpa rasa sedih
Tanpa sebuah tangisan
Dan Tanpa rasa sakit...
Karena kusadari..
Kalian bukan hanya sekedar teman
Kalian bukan hanya sekedar sahabat
Tapi kalian adalah keluargaku..
Bagian dari hidupku…..
_Serambi madinah 18 Maret 2010_
Ayo baca Lagi...
TIPS BAGI YANG "BERPENYAKIT"
Kalau dilihat dari judulnya, kalian pasti dah agak-agak tau isi tulisan ana ini.. Apalagi yang ana beri tanda petik yaitu kata "berpenyakit", yaa..betul sekali… tips yang mau ana tuliskan ini adalah tips tentang "penyakit hati"..kalau kata dokter niyh…. Sakit yaa musti minum obat..bukankah semua penyakit ada obatnya??? Contoh niyh ya…penyakit maag, penyakit anemia, letih, lesu dll…pasti ada obatnya insya alloh.. bisa minum obat-obatan herbal, seperti habbatussauda', madu dll yang kalian bisa beli di toko kami yaitu di jalan (eits..kok malah promosi….^^), hemmm….seperti penyakit fisik,,,penyakit hati pun ada obatnya kok, insyaa alloh..dan penyakit hati tersebut bisa sembuh, dengan melakukan berbagai macam cara, dan tentu saja cara yang paling ampuh..yaa lebih mendekatkan diri lagi pada sang pemilik hati… alloh subhanahu wa ta'ala…oke daripada berlama-lama dan bertele-tele..niyh langsung saja ana akan bagikan tips bagi yang sedang "berpenyakit"…
1. Yang pertama, adalah dengan menambah intensitas kita membaca alqur'an...
Pernah niyh, ana diberitahu sama teman ana yang akhwat, katanya gini… "ukhti, ana punya sebuah kisah tentang teman ikhwah ana di sekolahan dulu, dia itu waktu sma sukaaa banget sama seorang akhwat, pokoknya falling in love gitulah, istilahnya dia dah cinta banget deh sama tuh akhwat, tapi dia sadar kalau untuk sekarang ini dia ga bisa dulu melamar tuh akhwat terus nikah, yaa kan di lagi sekolah.. Sampai akhirnya, dia putuskan untuk melupakan akhwat itu, daripada hatinya terus tersiksa karena perasaannya tersebut, akhirnya yang dia lakukan adalah terus saja membaca alqur'an, jadi dia selalu sediakan alqur'an ditangannya..di manapun dia berada dia terus membawa alqur'an tersebut..istilahnya dia menambah intensitas membaca alqur'annya yang memang sebelumnya sudah sering..menjadi sangaat sering.. Jadi, ketika perasaaannya mulai muncul lagi sama akhwat itu, dia langsung membuka alqur'annya, ta'awudz dan membaca ayat-ayat alloh tersebut..ini terus dan terus saja dilakukan oleh sang ikhwah, sampai hatinya betul-betul bisa melupakan akhwat tersebut..dan alhamdulilah..dengan usaha yang sangat maksimal dan tentunya minta pertolongan dari alloh, perasaan kepada akhwat tersebut hilang begitu saja, dan sang ikhwah tersebut akhirnya berhasil mengatasi masalah hatinya yang sedang berpenyakit…."
2. yang kedua, bagi kalian yang mungkin pernah merasakan falling in love, atau pernah "berhubungan" dengan ikhwah yang bukan mahrom misalnya chattingan, smsan, telponan dlll. (wal iya'udzubillah..semoga tidak ya…)maka, segera putuskan hubungan tersebut artinya..yaaa jangan berhubungan lagi… pokoknya kalian musti tegas… "AFWAN,ANTUM JANGAN SMS/TELPON ANA LAGI,ANA TAKUT AKAN ADZAB ALLOH" pokoknya yang tegas.. Jangan mendayu-dayu atau terkesan hanya ingin minta perhatian, contoh ya… "akhii,,, afwan ya,,jangan sms ana lagi, ana gak suka loh" (ini niyh cara atau model-model yang sebenarnya benci tapi rindu..ih…jadi geli sendiri)
3. Yang ketiga niyh, lupakan atau hilangkan sesuatu yang bisa mengingatkanmu pada "hubungan" kalian dahulu. Misalnya niyh ya waktu kalian masih sering berkomunikasi, kalian pernah punya sebuah kalimat atau kata-kata khas buat kalian berdua.. Misalnya ya.. Kalau kalian mau smsan atau email-emailan..kalian punya kata "sandi" yang diciptakan oleh kalian..contoh.. "tok..tok..tok..assalamu'alaikum akhii", maka ketika kalian sudah berazzam untuk melupakan semuanya, kata-kata ataupun kaimat seperti itu, jangan lagi digunakan, walaupun kalian hanya mengsms akhwat dengan kalimat tersebut, karena kalau kalian masih menggunakan kaimat tersebut secara otomatis, itu akan membuat kalian ingat lagi dengan peristiwa "terlarang" di masa lalu (ihh..ngeri amat…)
4. Yakini bahwa wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan begitupun sebaliknya. Nah, ada sebuah pertanyaan niyh, apakah seorang ikhwah atau seorang akhwat yang saling berhubungan dengan sms-sms yang tidak penting..contoh "sudah makan ukhti?? Makan ya..jangan sampai sakit maag" atau "akhii, lagi dimana? Ta'lim ya?dengerin baik-baik ya kata ustadz, jangan sampai ga konsen loh".. (ih…geli..geli…wueek) bisa dikatagorikan sebagai akhwat atau ikhwah "ideal"? Ana rasa jawaban kita sama… nggak kan?? Nah kalau mau dapat pasangan hidup yang ideal, yang tidak pernah smsan, telpon-telponan atau chatting2an sama orang yang bukan mahromnya, ataukah memang dia pernah melakukan tapi dia sudah taubat nasuha dan berubah menjadi seorang yang sholih…maka jawabannya adalah yaa perbaiki diri juga, bagi yang ga pernah terjatuh dalam perkara tersebut jangan sampai terjatuh, dan bagi yang pernah, cepat-cepat taubat nasuha, berjanji pada alloh tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, insya alloh kita akan mendapatkan pasangan hidup yang sholih..
5. Segera hapus sms, no telpon, dan yang semisalnya… misal kalian masih menyimpan sms-sms "romantis" dari dia, maka segera hapus tuntas..jangan sampai ada yang tertinggal…no hpnya pun dihapus, kalau perlu kalian ganti nomor untuk menghilangkan jejak…. Kalau misalnya kalian dulunya pernah chattingan, segera hapus friendlistnya dari chat kalian, dan saran ana…semuaaaaaaaaa lelaki yang bukan mahrom di friendlist kalian hapus saja, daripada nanti terkena fitnah lagi…. Kalau kalian punya fb dan pernah saling kirim pesan lewat inbox, maka hapus semuaa pesan pesan dia dan begitupun pesan pesan kalian ke dia…remove seluruh ikhwah dari friendlist kalian di FB… kalau misalnya dia ngirim pesan lagi..ya ga usah dibalas..dicuekin aja..lama-lama juga capek sendiri..betul tidak???
6. Ngumpul-ngumpul dengan akhwat,. kalau ngumpul dengan akhwat kan banyak tuh yang bisa dilakukan, bisa saling menasehati, bertukar pengalaman, masak bareng, pergi ta'lim bareng dll… insya alloh masalah cinta akan terlupakan deh..
7. Dan yang terakhir niyh saran dari ana….cepat-cepatlah menikah untuk menghindari fitnah tersebut… ^^
Insya alloh kalian bisa kok, untuk menyembuhkan penyakit hati tersebut, masih buanyyaaaaaak kok cara-cara yang bisa kalian dapatkan, tapi kalau dari ana, mungkin hanya ini yang bisa ana berikan,, dan yang pasti jika kalian tidak ingin terjatuh dalam perkara tersebut maka jangan didekati atau jangan coba-coba mau merasakannya.. Bukankah dokter sudah bilang tuh.. "mencegah lebih baik daripada mengobati"… daripada pusing-pusing memikirkan cinta-cinta yang belum halal buat kita atau jangan sampai kita menjadi mabuk cinta (istilahnya mbak syif,, isyq..isyq….^^)mendingan sibukkan diri dengan menuntut ilmu….tadabbur alqur'an, belajar bahasa arab, belajar fiqh, hadits..dll… banyak kan pekerjaan bermanfaat yang musti kita pikirkan dan lakukan? daripada menyibbukkan diri dengan cinta yang tak pasti…yang bahkan bisa menjerumuskan kita dalam syirik mahabbah…wal iya'udzubillah… semoga tulisan ini bermanfaat ya, terkhusus buat sang penulis sendiri….. Jazaakillahu khairon sudah menyempatkan diri untuk membaca…
_Serambi madinah 1 maret 2010_
Ayo baca Lagi...
PKL akan Tiba....
Bismillah...
Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh....
Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama ga nulis yang diakibatkan banyaknya tugas-tugas kuliah yang numpuk bin susah, hari ini sudah mulai nulis lagi... hemm kali ini mau nulis apa ya??? Kayaknya masih BLOCK WRITING gitu deh (mbak rifa’ah, minjam kata-katanya ya..hhhe)
Karena berhubung tinggal 2 hari lagi ana dan teman-teman ana akan melakukan PKL alias Praktek Kerja Lapang, jadi tulisannya mengenai itu aja...
Huhuhu sudah sejak lama diriku menantikan moment ini, moment PKL, moment dimana ga ketemu lagi sama tugas tugas yang buat pusing 8 keliling, moment yang bisa terhindar dari ikhtilath,moment dimana ga perlu lagi nunggu macet yang mobil-mobilnya berjejer seperti panjangnya rel kereta api,dan moment yang....ah pokoknya sejuta moment yang kutunggu di PKL ku ini....
Tadi sebelum pembekalan PKL di kampus, teman-teman pada ngumpul, cerita-cerita tentang pengalaman mereka waktu pembekalan di perusahaan masing masing yang bakal jadi tempat PKL mereka..seruuu dengar cerita mereka. Ada beberapa temanku yang PKL nya di salah satu bank terbesar di Indonesia ngomong gini
“aaarrrggghhh, rasanya mau lari aja dari tempat PKL, tau ga teman-teman, pembekalan kemarin kami meeting di ruangan yang besaaaaaarr banget, kursinya puanjaaang..yah kayak kursi pejabat-pejabat di TV lah, terus kami di beritahukan peraturan-peraturan selama PKL, musti pakai baju hitam putih, datang jam 7 pulang jam 5 sore, makanan ga ditanggung, ga di gaji pula..terus kalau hari hari terahir PKL, kami diharuskan persentase di depan para pejabat pejabat Bank tersebut Plus dosen-dosen padahal kan kalian ga gitu..hiks..hiks... arrgggh, rasanya mau pindah aja dari tempat PKL ini, belum mulai tapi rasanya dah mau stress...”
Beralih ke temanku yang satu lagi, yang tempat PKL nya berbeda.. dia cerita kayak gini...
“kalau kami pembekalannya kemarin enaak banget, yang memberikan pengarahan orangnya baik banget, dia jelasin dengan lemah lembut terus keibuan, terus ada waktu liburnya 2 hari, ga ribet insya alloh..”
Beda pula niyh dengan temanku yang satu ni, dia tempat PKL nya paling jauh, satu-satunya yang berada di luar kota...tapi mereka enjoy banget katanya...
“wuah..ga sabar mau PKL, pokoknya kalau PKL nanti, saya musti jadi tinggi.. *loh, apa hubungannya?? Ya iyalah, kan di tempat PKL ku nanti ada danau, kesempatan dong buat berenang setiap hari, bisa mempertinggi badan... *ckckckckc, niat ga sih PKL nya, atau Cuma niat mempertinggi badan saja..huuu.* yaa..sambil menyelam minum air dong.. tapi sedih juga ninggalin teman-teman tercinta selama sebulan, belum lagi jajanan disana mahal-mahal, waduh bisa bangkrut saya... hemmm kayaknya saya harus jajan dulu niyh disini terus dibawa kesana buat bekal, yaa siapa tau aja bisa dijual, nambah nambahin uang jajan gitu *ckckckck..dasar... otak akuntansi nya keluar deh.....
Teman-temanku ribet banget PKL nya, musti begini musti begitu, ngerjain ini ngerjain gitu.. kayaknya ana ga gitu-gitu amat deh.. terus, di tempat PKL ana ga ada tuh pembekalan sebelum masuk ke perusahaan.. *ya iyalah..siapa juga yang mau kasih pembekalan...*
ada seorang akhwat yang bertanya... ukhti PKL dimana?? *hemm, biasa lah di tempat biasa ... ih, kok ukhti disitu aja, ga ada pengalaman loh, jangan kaku-kaku amat deh ukhti... cari pengalamanlah di perusahaan yang lebih besar... *ah, ana mah ga cari pengalaman kerja di tempat yang besar dan terkenal, percuma terkenal dan besar kalau disana ujung-ujungnya kita pun bakalan di persulit, kalau ada tempat yang no music, no ikhtilath, no pusing, yes happy, ngapain cari tempat lain... yang penting kan ada pengalaman kerja dan ada bahan buat nulis laporan PKL...hhhe..tapi tetap wae atuh, musti ada peraturan selama PKL,, kata pak ketua niyh..musti datang jam 8.30 pulang jam 17.30, terus istirahatnya jam 12.00-13.00, liburnya hari sabtu... terus pekerjaannya di bagian keuangan alias bantu-bantu hitung-hitung uang... yo wess lah pak..peraturannya ana terima dengan senang hati....
Yah gitu aja kisah teman-teman ana waktu menjelang PKL.. buat teman-temanku semuanya yang semngat ya PKL nya, jangan malas-malasan atuh..La taghdob, La Tahzan, tetap senyum, sabar dan semangat.. (minjam kata-katanya mbak syif..hhe), insya alloh kita ketemu lagi bulan depan di kampus tercinta yang selalu memberikan tugas luarrrrrrrr biasssssssssa buanyyyak, enjoy aja jalanin PKL nya,, ingat insya alloh tinggal beberapa bulan lagi niyh kita lulus..*amin..allohumma amin..... jadi semangat membara niyh... oiya jangan lupa tuh kata pak ketua jurusan dan pak sekretaris jurusan,,, jaga diri baek-baek di tempat PKL, terapkan nasehat-nasehat beliau, jangan sampai terjadi sesuatu hal yang tidak tidak sama kita... ih wal iya’udzubillah... pokoknya tetap semangat ya teman-teman... i will miss you all... sampai jumpa bulan depan insya alloh....
Special for teman-teman 3Bku yang lagi menjalani masa PKLnya... ^^v
_serambi madinah 20 Februari 2010_
Ayo baca Lagi...
Untukmu yang akan menikah
Ada hikmah di setiap pertemuan
Ada ilmu di setiap perkataan
Ada kebaikan di setiap perbuatan
Jika dihitung maka tak akan bisa membalas jasa-jasa baik yang beliau berikan padaku.. Dia adalah kakak sekaligus mudarrisah ku yang tak jemu-jemunya menasehatiku dalam beramar ma'ruf nahi mungkar..
Malam itu, aku diberikan nasehat yang sangat berharga tentang "pernikahan", hemm… katanya "semoga nasehat ini bisa ade jadikan pelajaran dalam menuju mahligai pernikahan kelak.."
Beliau pun memulai nasehatnya..
"dek, kelak calon pasangan hidup kita adalah fotocopyan dari diri kita, ketika kita baik insyaa alloh pasangan hidup kita pun akan baik, begitu pula sebaliknya, ketika akhlak kita buruk, maka bisa diperkirakan bahwa kelak pasangan hidup kita pun buruk akhlaknya.. Ana kasih contoh ya.. Ketika seorang wanita yang mungkib semasa lajangnya sangat menggandrungi dunia perchatingan dengan ikhwah yang bukan mahromnya, smsan, bahkan telpon-telponan, maka kelak ketika dia bertemu "seseorang" yang ditakdirkan untuknya mengarungi bahtera rumah tangga maka kemungkinan dia juga akan mendapati masa lalu dari pasangannya itu adalah seorang "ahli" juga dalam chat, sms dan telpon-telponan dengan akhwat yang bukan mahromnya.. Wal iya'udzubillah…
Begitupula sebaliknya dek, ketika di masa lajangmu engkau selalu menjaga pandangan, menjaga hatimu agar tidak berpenyakit hati kepada yang bukan mahrommu, menyibukkan dirimu dengan hal-hal yang diridhoi oleh alloh maka insyaa alloh engkaupun akan mendapati suamimu kelak adalah orang-orang yang senantiasa menjaga dirinya dari kemaksiatan… jadi intinya… kalau adek ingin dapat pasangan yang sholeh maka berubahlah menjadi wanita yang sholihah, dan itu dimulai dari sekarang, jangan menjadi wanita sholehahnya pas udah ada yang lamar…
Di waktu yang lain, kembali beliau menasehatiku dengan nasehat yang sama, namun nasehat ini beliau lontarkan ketika sudah berpredikat menjadi seorang istri, nasehatnya ini pun agak sedikit berbeda karena dia sedikit menceritakan tentang kisahnya hingga menjadi seorang istri…
"subhanalloh..ternyata menikah itu indah dek, yang dulunya mungkin kita hanya tinggal sendirian, jauh dari orangtua, dan rasanya bisa hidup mandiri tanpa ada ketergantungan dengan orang lain, rasanya sekarang semua berubah. Ada yang menemani, ada yang senantiasa mengingatkan untuk melakukan kebaikan, bahkan sekarang ada sesuatu yang tidak lengkap ketika suami jauh dari kita.. Dulu, ana begitu kekeh ga mau nikah, pokoknya harus menyelesaikan kuliahku dulu, akhirnya berbagai tawaran menikah dari teman, ana tolak demi melanjutkan studi ana, ah rasanya sama sekali tidak ada minat untuk menikah di masa sekarang, tapi tawaran yang kutolak itu tentu saja dengan terlebih dahulu minta petunjuk alloh yaitu sholat istikharoh, dan memang hati ku belum mantap untuk menikah.. Sampai suatu hari, lagi-lagi tawaran menikah itu pun datang, dan hati ana masih ga mau, namun ketika sholat istikharoh tiba-tiba ada kemantapan dalam hati, mungkin ini lah yang terbaik buat ana, ana pun dinasehati oleh ustadzah ana "hati-hati loh ntar anti jatuh dalam fitnah seperti yang dikatakan dalam hadits", akhirnya proses ta'arufnya pun berjalan. Tentu saja dengan perantara seorang ustadz dan istrinya, sampai ketika keluarga kurang setuju dengan pilihan ini, tapi entah kenapa ada kekuatan yang begitu besar untuk mempertahankannya, ana pun heran dengan diri ana "kok ana kekeh banget pertahankan ikhwah ini?padahal ana ga pernah kenal beliau sama sekali, dengar berita-berita tentang dia pun ga pernah, apalagi melihat wajahnya, pokoknya info mengenainya Cuma sedikit yang ana dapat tapi kenapa ana begitu kekeh?bahkan sampai rela-rela mempertahankannya di depan keluarga ana" alhamdulillah setelah memahamkan ke keluarga walaupun dengan penuh linangan airmata, mereka juga menyetujuinya pada akhirnya. Ana pun masih bertanya-tanya dalam hati "kenapa ana begitu kuat untuk mempertahankan ikhwah ini??ana sangat heran, info yang ana dapat tentangnya begitu minim, wajahnya pun ana belum pernah lihat bahkan hanya sekedar melihat sekilas wajahnya yang di foto yang diselipkan di biodatanya pun ana sama sekali ga berminat, karena memang ana ga mempedulikan wajah. Walaupun wajah ganteng tapi akhlak nol, sama aja… tapi kalaupun agama mantap dan wajahnya juga ganteng, ini mungkin merupakan sebuah nilai plus yang diberikan alloh padaku..
ana terus saja bertanya-tanya dalam hati "kenapa??" dan akhirnya setelah kedua keluarga telah menentukan waktu pernikahan kami, ana pun berkewajiban untuk mempelajari hukum-hukum seputar nikah…dan malam itu ketika ana membuka kitab bab nikah di awal kali bacaan yang ana baca, ternyata alloh langsung menjawab pertanyaan yang selalu meliputi diriku waktu itu "kenapa ana begitu yakin untuk mempertahankannya" dan jawabannya adalah, di dalam kitab itu ana membaca sebuah hadits bahwa memang seorang wanita itu diciptakan dari tulang rusuk seorang laki-laki. Yang intinya adalah, memang ana ini adalah bagian dari dirinya,dan memang dia adalah jodoh ana insya alloh,itu alasan mengapa ana begitu kuat untuk mempertahankannya.
dan sampai akhirnya, alhamdulillah alloh memudahkan jalan kami untuk menjadi sepasang suami istri, sepasang suami istri yang sebelumnya tidak pernah saling mengenal, tidak pernah saling berkomunikasi kecuali hanya sekali waktu saja dan itupun waktu ta'aruf dan alhamdulillah kami melaluinya dengan proses yang syar'i. dan subhanalloh ternyata pacaran setelah menikah itu indah sekali… ternyata pernikahan yang sebelumnya tidak dinodai dengan sms, telpon dan chatingan sangat-sangatlah indah…
Nasehatku buat ade "jangan pernah mengotori pernikahan itu dengan sesuatu yang tidak syar'i sebelum menikah, contohnya smsan, chatting, telponan dan semacamnya, karena apa yang awalnya buruk maka pada akhirnya pun akan buruk, dan kalau ingin menikah, jangan berani-berani untuk "menembak" langsung calon yang kita inginkan, buatlah mediasi seperti seorang ustadz dan istrinya untuk menjembatani proses ta'aruf kalian, itu untuk menjaga hati agar tidak berpenyakit selama proses ta'aruf, kalau misalnya dalam proses ta'aruf ada seseorang yang tidak menggunakan media perantara dalam artian dia mengurus sendiri dengan cara telpon, sms dan sebagainya, maka suatu hari ketika prosesnya tidak sampai ke pelaminan, maka akan menimbulkan penyakit hati yang mendalam bagi keduanya..wal 'ya'udzubillah. Bukankah islam itu sudah mengatur semuanya?maka jangan ragu untuk melakukan proses dengan cara-cara yang syar'i…
Hemm, subhanalloh, nasehat-nasehat yang beliau sampaikan hanya bisa membuatku duduk terpaku jazaakillahu khairon buat nasehatnya kak..insya alloh, semoga ana bisa menjalani proses itu dengan cara-cara yang syar'I kelak..insya alloh...
Serambii madinah, 5 januari 2010
Ayo baca Lagi...
Untukmu yang kucintai...
Alhamdulillah, akhirnya bisa ngeblog lagi..hemm mungkin ini kali ya yang dikatakan ukhti Rifa'ah yang namanya BLOCK WRITING..., ga ada inspirasi buat nulis akhir-akhir ini (halah..kayak penulis profesional aja), jadi akhirnya tulisan yang ku posting kali ini pun hasil copy paste dari blognya kak Qurrata~ayun, yang memang sih artikelnya dah lama bertengger di blog beliau, bahkan artikel ini pernah dimuat di salah satu buletin Al Fikrah di kota serambi madinahku..tapi ga masalah, karena artikelnya begitu keren..subhanalloh..jadi ga ada ruginya kalau ku posting buat pengunjung setia blogku (kali aja ada yang belum pernah baca) semoga ada manfaatnya ya… barakallohu fiikum...
Ilahi...Kuawali tulisan ini dengan gemuruh di dada, terkenang semua kisah yang tlah mengalir dalam alur kehidupanku. Bukan apa-apa..mungkin tak istimewa..ataupun mendapat predikat luar biasa..namun karena-MU Ya ILAHI...tersentuh hati ini menemukan segores tulisan yang menggambarkan kecintaan luar biasa yang pernah di hadirkan di dunia ini, maka dengan jiwa besar Qurrata~A'yun menyadurnya sebagai hadiah tak layak namun insyaALLAH menoreh arti besar untuk semua orang yang pernah dan sekarang hadir dalam hatiku..dan ditaqdirkan menjadi orang yang kucintai..karena-NYA.
Ketika Rasulullah berada di hadapan,
Ku pandangi pesonanya dari kaki hingga ujung kepala
Tahukah kalian apa yang terjelma?
Cinta!
(Abu Bakar Shiddiq RadhiyalLAHU 'anhu)
Gua Tsur.
Wajah Abu Bakar pucat pasi. Langkah kaki para pemuda Quraisy tidak lagi terdengar samar.
Tak terasa tubuhnya bergetar hebat, betapa tidak, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu itu berada di atas kepalanya. Setengah berbisik berkatalah Abu Bakar.
“Wahai Rasul Allah, jika mereka melihat ke kaki-kaki mereka, sesungguhnya mereka pasti melihat kita berdua”. Rasulullah memandang Abu Bakar penuh makna. Ditepuknya punggung sahabat dekatnya ini pelan sambil berujar “Janganlah engkau kira, kita hanya berdua.
Sesungguhnya kita bertiga, dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam kekuasaan
maha, Allah”.
Sejenak ketenangan menyapa Abu Bakar. Sama sekali ia tidak mengkhawatirkan keselamatannya. Kematian baginya bukan apa-apa, ia hanya lelaki biasa. Sedang, untuk lelaki tampan yang kini dekat di sampingnya, keselamatan di atas mati dan hidupnya. Bagaimana semesta jadinya tanpa penerang. Bagaimana Madinah jika harus kehilangan purnama.
Bagaimana dunia tanpa benderang penyampai wahyu. Sungguh, ia tak gentar dengan tajam
mata pedang para pemuda Quraisy, yang akan merobek lambung serta menumpahkan darahnya. Sungguh, ia tidak khawatir runcing anak panah yang akan menghunjam setiap
jengkal tubuhnya. Ia hanya takut, Muhammad, ya Muhammad.. mereka membunuh Muhammad.
***
Berdua mereka berhadapan, dan mereka sepakat untuk bergantian berjaga. Dan keakraban
mempesona itu bukan sebuah kebohongan. Abu Bakar memandang wajah syahdu di depannya
dalam hening. Setiap guratan di wajah indah itu ia perhatikan seksama. Aduhai betapa ia mencintai putra Abdullah. Kelelahan yang mendera setelah berperjalanan jauh, seketika seperti ditelan kegelapan gua. Wajah di depannya yang saat itu berada nyata, meleburkan penat yang ia rasa. Hanya ada satu nama yang berdebur dalam dadanya. Cinta.
Sejeda kemudian, Muhammad melabuhkan kepalanya di pangkuan Abu Bakar. Dan seperti
anak kecil, Abu Bakar berenang dalam samudera kegembiraan yang sempurna. Tak ada yang
dapat memesonakannya selama hidup kecuali saat kepala Nabi yang ummi berbantalkan
kedua pahanya. Mata Rasulullah terpejam. Dengan hati-hati, seperti seorang ibu, telapak tangan Abu Bakar, mengusap peluh di kening Rasulullah. Masih dalam senyap, Abu Bakar terus terpesona dengan sosok cinta yang tengah beristirahat diam di pangkuannya. Sebuah asa mengalun dalam hatinya “Allah, betapa ingin hamba menikmati ini selamanya”.
Nafas harum itu terhembus satu-satu, menyapa wajah Abu Bakar yang sangat dekat. Abu
Bakar tersenyum, sepenuh kalbu ia menatapnya lagi. Tak jenuh, tak bosan. Dan seketika
wajahnya muram. Ia teringat perlakuan orang-orang Quraisy yang memburu Purnama
Madinah seperti memburu hewan buruan. Bagaimana mungkin mereka begitu keji
mengganggu cucu Abdul Muthalib, yang begitu santun dan amanah. Mendung di wajah Abu
bakar belum juga surut. Sebuah kuntum azzam memekar di kedalaman hatinya, begitu
semerbak. “Selama hayat berada dalam raga, aku Abu Bakar, akan selalu berada di
sampingmu, untuk membelamu dan tak akan membiarkan sesiapapun menganggumu”.
Sunyi tetap terasa. Gua itu begitu dingin dan remang-remang. Abu Bakar menyandarkan
punggung di dinding gua. Rasulullah, masih saja mengalun dalam istirahatnya. Dan tiba-tiba saja, seekor ular mendesis-desis perlahan mendatangi kaki Abu Bakar yang terlentang. Abu Bakar menatapnya waspada, ingin sekali ia menarik kedua kakinya untuk menjauh dari hewan berbisa ini. Namun, keinginan itu dienyahkannya dari benak, tak ingin ia mengganggu tidur nyaman Rasulullah. Bagaimana mungkin, ia tega membangunkan kekasih itu.
Abu Bakar meringis, ketika ular itu menggigit pergelangan kakinya, tapi kakinya tetap saja tak bergerak sedikitpun. Dan ular itu pergi setelah beberapa lama. Dalam hening, sekujur tubuhnya terasa panas. Bisa ular segera menjalar cepat. Abu Bakar menangis diam-diam.
Rasa sakit itu tak dapat ditahan lagi. Tanpa sengaja, air matanya menetes mengenai pipi Rasulullah yang tengah berbaring. Abu Bakar menghentikan tangisannya, kekhawatirannya terbukti, Rasulullah terjaga dan menatapnya penuh rasa ingin tahu.
“Wahai hamba Allah, apakah engkau menangis karena menyesal mengikuti perjalanan ini”
suara Rasulullah memenuhi udara Gua.
“Tentu saja tidak, saya ridha dan ikhlas mengikutimu kemana pun” potong Abu Bakar masih dalam kesakitan.
“Lalu mengapakah, engkau meluruhkan air mata?”
“Seekor ular, baru saja menggigit saya, wahai putra Abdullah, dan bisanya menjalar begitu cepat”
Rasulullah menatap Abu Bakar penuh keheranan, tak seberapa lama bibir manisnya bergerak
“Mengapa engkau tidak menghindarinya?”
“Saya khawatir membangunkan engkau dari lelap” jawab Abu Bakar sendu. Sebenarnya ia kini menyesal karena tidak dapat menahan air matanya hingga mengenai pipi Rasulullah dan membuatnya terjaga.
Saat itu air mata bukan milik Abu Bakar saja. Selanjutnya mata Al-Musthafa berkabut dan bening air mata tergenang di pelupuknya. Betapa indah sebuah ukhuwah.
“Sungguh bahagia, aku memiliki seorang seperti mu wahai putra Abu Quhafah. Sesungguhnya Allah sebaik-baik pemberi balasan”. Tanpa menunggu waktu, dengan penuh kasih sayang, Al-Musthafa meraih pergelangan kaki yang digigit ular. Dengan mengagungkan nama Allah pencipta semesta, Nabi mengusap bekas gigitan itu dengan ludahnya. Maha suci Allah,seketika rasa sakit itu tak lagi ada. Abu Bakar segera menarik kakinya karena malu. Nabi masih memandangnya sayang.
“Bagaimana mungkin, mereka para kafir tega menyakiti manusia indah seperti mu.
Bagaimana mungkin?” nyaring hati Abu Bakar kemudian.
Gua Tsur kembali ditelan senyap. Kini giliran Abu Bakar yang beristirahat dan Rasulullah berjaga. Dan, Abu Bakar menggeleng kuat-kuat ketika Rasulullah menawarkan pangkuannya.
Tak akan rela, dirinya membebani pangkuan penuh berkah itu.
***
Kita pasti tahu siapa Abu Bakar. Ia adalah lelaki pertama yang memeluk Islam dan juga salah satu sahabat terdekat Rasulullah. Dari lembar sejarah, kita kenang cinta Abu Bakar kepada Al- Musthafa menyemesta. Kisah tadi terjadi pada saat ia menemani Rasulullah berhijrah menuju Madinah dan harus menginap di Gua Tsur selama tiga malam. Menemani Nabi untuk berhijrah adalah perjalanan penuh rintang. Ia sungguh tahu akibat yang akan digenggamnya jika misi ini gagal. Namun karena cinta yang berkelindan di kedalaman hatinya begitu besar, Abu Bakar dengan sepenuh jiwa, raga dan harta, menemani sang Nabi pergi.
Dia terkenal karena teguh pendirian, berhati lembut, mempunyai iman yang kokoh dan
bijaksana. Kekokohan imannya terlihat ketika Madinah kelabu karena satu kabar, Nabi yang Ummi telah kembali kepada Yang Maha Tinggi. Banyak manusia terlunta dan larut dalam lara yang sempurna. Bahkan Umar murka dan tidak mempercayai kenyataan yang ada. Saat itu Abu Bakar tampil mengingatkan seluruh sahabat dan menggaungkan satu khutbah yang mahsyur “Ketahuilah, siapa yang menyembah Muhammad, maka ia telah meninggal dunia.
Dan sesiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah tidak mati”.
Kepergian sang tercinta, tidak menyurutkan keimanan dalam dadanya. Ketiadaan Rasulullah, jua tak memadamkan gebyar semangat untuk terus menegakkan pilar-pilar Islam yang telah dipancangkan. Pada saat menjabat khalifah pertama, ia dengan gigih memerangi mereka yang enggan berzakat. Tidak sampai di situ munculnya beberapa orang yang mengaku sebagi nabi, sang khalifah juga berlaku sama yaitu mengirimkan pasukan untuk mengajak mereka kembali kepada kebenaran. Sesungguhnya pribadi Abu Bakar adalah lemah lembut, namun ketika kemungkaran berada dihadapannya, ia berlaku sangat tegas dalam memberantasnya.
Abu Bakar wafat pada usia 63 tahun, pada saat perang atas bangsa Romawi di Yarmuk
berkecamuk dengan kemenangan di tangan Muslim. Sebelum wafat, ia menetapkan Umar
sebagai penggantinya. Jenazahnya dikebumikan di sebelah manusia yang paling dicintainya, yaitu makam Rasulullah. Hidup Abu Bakar berhenti sampai di sana, namun selanjutnya manusia yang menurut Rasulullah menjadi salah seorang yang dijamin masuk surga, terus saja mengharumkan sejarah sampai detik sekarang. Ia mencintai Nabinya melebihi dirinya sendiri. Tidakkah itu mempesona?
Saudaraku..Demi ALLAH kuingin cinta kita seperti kisah sejarah yang abadi ini...karena-NYA pula kuucapkan..Sungguh kumencintaimu...
sumber: www.qurratayun.co.cc
Ayo baca Lagi...