Laman

Apa susahnya Tabayyun???

"ukhti, ana tidak sangka ternyata anti berpacaran..kenapa ukhti?anti kan seorang akhwat…dah tau ilmunya kan?"
"ukhti, kamu ga kerja amanahmu gara-gara melakukan sesutu yang ga bermanfaat ya…ckckc..ukhti..ukhti.."
"eh tau ga..si ukhti ini gini loh..dia gini..bla..bla..bla.."

Miris sekali terasa jika lontaran-lontaran kalimat tersebut dikeluarkan oleh saudari-saudari kita sendiri..
Saudari yang selalu bersama kita, berjuang di jalan dakwah..
Hanya karena mendengar berita-berita bohong dan tidak jelas dari mulut-mulut orang tidak bertanggung jawab, mereka dengan relanya berburuk sangka kepada saudarinya sendiri..
“Jauhilah oleh kamu sekalian prasangka, sebab prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Dan lebih parah, jika kalimat-kalimat itu diucapkan di depan orang yang banyak…
Apakah itu dikatakan sebuah nasehat???
Seorang imam syafi'I saja mengatakan bahwa beliau tidak akan ridho jika dinasehati di depan orang banyak… apatah lagi jika hanya seorang akhwat yang mempunyai hati yang lemah,yang terkadang lebih sering lalai…

saudariku tidak sadarkah engkau telah menyakiti saudarimu???
Walupun engkau merasa bahwa itu adalah sebuah candaan, tapi apakah kau tidak pernah beprfikir tentang perasaan saudarimu jika di candai seperti itu???

Saudariku…
Kalian adalah seorang penuntut ilmu, yang tahu ilmu tentang tabayyun..
Dirimu telah menuntut ilmu sejak lama..
Dirimu pun selalu menasehati adik-adik dan orang-rang awam yang berada di sekitarmu tentang pentingnya tabayyun itu..
Lantas, mengapa sikap tabayyun itu tidak kau aplikasikan ketika mendengar berita yang simpang siur tentang saudarimu??

Apakah susah bertabayyun??
Mengapa engkau lebih senang ketika saudari-saudarimu itu diberikan "cap" yang jelek dari orang lain..?
Kenapa bukan kamu saja yang langsung mengklarifikasi berita yang kau dapatkan itu kepada saudarimu secara langsung?? Malah kau dengan mudahnya menyebarkan kabar yang belum pasti tersebut kepada yang lainnya..
Cobalah lihat Ayat alloh dalam alqur'an tentang tabayyun
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Qs. al-Hujurat [49]: 6)

Saudariku..taukah dirimu?? Hanya 2 hal yang kau akan terjatuh dalam perkara ini…
Jika bukan fitnah…maka engkau telah menggibahi saudarimu…
Belumkah cukup ayat-ayat alloh dalam alqur'an dan hadits-hadits rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang ghibah??? Tentang fitnah?? Apakah itu belum cukup wahai saudariku..??

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Qs. al-Hujurat [49]: 12).

“Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ghibah?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Kamu menyebut sesuatu dari kawanmu yang ia sangat benci jika dikatakan.” “Bagaimana seandainya saya menceritakan apa yang memang terjadi pada saudaraku.” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Jika engkau menceritakan apa yang terjadi pada saudaramu, berarti kamu telah menggunjingnya; dan apabila engkau menceritakan apa yang sebenarnya tidak terjadi pada saudaramu, maka engkau telah membohongkannya.” [HR. Abu Dawud].

Saudariku..cukuplah hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kita untuk senantiasa menjaga lisan-lisan kita,
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: “Janganlah kamu sekalian banyak bicara, kecuali untuk dzikir kepada Allah. Sebab, banyak bicara pada selain dzikir kepada Allah akan menyebabkan kerasnya hati, dan orang yangpaling jauh dari sisi Allah Subhanahu wa ta'ala adalah orang yang keras hatinya.” [HR. at-Tirmidzi].

Dalam sebuah riwayat yangdiketengahkan oleh Imam at-Tirmidzi dijelaskan bahwa kunci untuk meraih keluhuran jiwa adalah menjaga lisan. Mu’adz ra berkata, Saya bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah beritahukan kepada saya amal perbuatan yang dapatmemasukkan saya ke dalam sorga dan menjauhkan dari neraka?” Beliau bersabda: “Kamu benar-benar menanyakansesuatu yang sangat besar. Sesungguhnya hal itu sangat mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, yaitu:
Hendaklah kamu menyembah kepada Allah dengan tidak menyekutukanNya dengan sesuatuapapun, mendirikansholat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadlan, dan berhaji ke Baitullah bila kamu mampu menempuh
perjalanannya.” Selanjutnya, beliau bersabda, “Maukah engkau aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalahperisai, shadaqah dapat menghilangkan dosa seperti halnya air memadamkan api, dan sholat seseorang pada tengahmalam.” Beliau lantas membaca ayat yang artinya, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa
kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, serta mereka menafkahkan sebagian rizki yang telah Kamiberikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam-macam
nikmat yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Lalu, beliau bertanya kembali, “Maukah engkau aku tunjukkan pokok dan tiang dari segala sesuatu dan puncak keluhuran?” Sayaberkata, “Baiklah ya Rasulullah.” Rasulullah berkata, “Pokok segala sesuatu adalah Islam, tiangnya adalah sholat,
dan puncak keluhurannya adalah berjuang di jalan Allah.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkantentang kunci dari kesemuanya itu?” Saya menjawab, “Tentu ya Rasulullah.” Beliau lantas memegang lidahnya seraya
berkata, “Peliharalah ini.” Saya berkata, “Ya Rasulullah, apakah kami akan dituntut atas apa yang kami katakan?” Beliaubersabda “Celaka kamu, bukankah wajah manusia tersungkur ke dalam neraka, tidak lain karena akibat lidah mereka?”
[HR. at-Tirmidzi].

Ukhtifillah..ini hanyalah sebuah nasehat buatmu, juga buatku… semoga kita senantiasa menjaga lisan-lisan kita, marilah menumbuhkan sikap tabayyun dalam diri kita, karena boleh jadi orang yang kita ghibahi ataupun kita fitnah, tidak ridho akan kelakuan kita dan akan menuntut perbuatan kita di hari Pembalasan Kelak… wal iya'udzubillah…
Dengan segenap rasa cintaku kepada kalian, aku minta maaf jika telah berbuat salah kepada kalian… sesungguhnya aku mencintai kalian karena alloh… semoga ukhuwah ini tidak akan pernah retak hanya karena sebuah lidah yang tak bertulang…wallohu a'lam


_serambi madinah 19 oktober 2009_
Ayo baca Lagi...

Sepucuk surat Buat Seorang kakak...


Sudah 4 tahun berlalu,
Saat aku melihatmu di sebuah musyawarah..
Tertawa, bercanda dan berbagai lontaran nasehat yang kau berikan kepada kami..
Mulai dari sana, aku ingin mengenalmu…
Menimba ilmu darimu..
Dan mendengarkan nasehat-nasehatmu…
Kuperkenalkan diriku kepadamu, dan kunyatakan bahwa ku"ingin" dekat denganmu…
Bukan sebagai satu-satunya orang yang kau sayangi
Tapi hanya sebatas teman diantara teman-temanmu yang lain..

Hari demi hari berlalu
Bulan pun berganti dengan bulan yang lain,,
Komunikasi terus berjalan denganmu,
Andai kau tahu betapa senangnya hatiku memiliki saudari sepertimu
Yang rela menegurku kapan saja jika terjatuh dalam kesalahan…
Rela mengangkat telpon dariku walau malam sudah semakin larut dan hanya mengatakan "kayfa haluki kak?""
Dan rela membalas sms-sms dariku, walaupun itu tidak terlalu penting…
Andai kau tahu betapa beruntungnya diri ini bisa mengenalmu, bisa dekat denganmu walau hanya lewat telpon dari jarak jauh…

Ketika kutahu bahwa kau telah menyelesaikan masa studi mu dan ingin segera kembali ke serambi madinah kita..
Rasanya hati ini begitu senang,,,hanya satu dalam pikiranku… "cari ilmu sebanyak mungkin denganmu"
Alhamdulillah, alloh memberikan nikmat itu kepadaku..
Kau ajari aku dengan ilmu yang kau dapatkan.. Tentang mustholatul hadits….
Walupun waktu itu sang matahari begitu memancarkan panasnya, tapi kau tak urungkan niatmu untuk mengajarku…
Kaupun memberiku berbagai macam buku yang begitu bermanfaat…
Tak ada kata letih saat kau mengajariku bahasa arab.. Bahasa yang sangat ingin ku kuasai…
Terima kasih, hanya itu yang bisa kukatakan..

Banyak hal yang kupelajari darimu,,
Teringat di masa lalu, saat kukeluhkan seorang akhwat yang sikapnya sedikit keterlaluan kepadaku,
Tapi kau hanya mengatakan "husnuzhon dek..mungkin akhwatnya lagi khilaf"
Dan diberbagai nasehat yang kau berikan padaku,, ah sungguh itu sangat berharga….
Jazaakillahu khairon katsiron buat semuanya…

Hari ini tepat pada tanggal 18 oktober 2009, di gedung itu, kaupun akan resmi menjadi istri seseorang…
Yang akan memulai kisahmu bersama sang pangeran hatimu…
Selamat buatmu kak..
Doaku untukmu.. Semoga menjadi seorang istri yang sholehah dan kelak bisa melahirkan seorang mujahid/mujahidah yang bisa menegakkan kalimat alloh di muka bumi ini…
Baarakallaahu laka wa baaraka 'alayka wa jama'a baynakumaa fii khair…


"teruntuk kakanda sekaligus guruku kak diana, selamat menempuh hidup baru…semoga pernikahannya bisa menjadi pernikahan yang sakinah mawaddah wa rohmah…syukron katsiron wa jazaakillahu khairon atas kebaikan kk selama ini T.T, uhibbukifillah "

_Serambi madinah 18 oktober 2009_

Nb: 'afwan kalau tulisannya jelek dan amburadul, maklum orang baru belajar nulis,, ini hanyalah sebuah ungkapan hati dari seorang murid ^_^
Ayo baca Lagi...

Dan Alqur'an pun menjawab..

Kenapa aku diuji?
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?.Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(Qs.Al ankabut:2-3)
 
  
Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
216. Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Qs.Al baqarah:216)

 
Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Qs.Al baqarah:286)
 

Bolehkah aku frustasi?
139. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. ( Qs.Ali imran:139)
 

Bolehkah aku berputus asa?
120. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (Qs.Ali imran:120)
 
 
Kepada siapa aku berharap?
129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung." (Qs.At taubah:129)
 

Aku tidak dapat bertahan lagi…
87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Qs.Yusuf:87
 

Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (Qs.At taubah:111)
Ayo baca Lagi...