Laman

Surat Untuk saudariku

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
 
Tulisan ini bermula dari rasa gembiraku ketika seorang yang biasa
kupanggil adik mulai bersemangat memakai kaus kaki untuk menutupi
aurat, sebagaimana halnya rasa gembira ketika dulu dia bercerita
tentang jilbab yang tebal dan juga tentang rok.
 
“Mmm… yang dulu suka panjat tali sekarang mulai suka sama rok…”
Yang dulu akrab dengan aksesoris rocker sekarang senang ikut pengajian...”
Semoga niatan ini bukan api yang membara di awal lalu kemudian
padam. Semoga dengan tekad yang kuat dan kesungguhan, Allah memudahkan
untuk istiqomah dan terus memperbaiki diri
 
Saudariku ,  aku memohon maaf karena telah lalai dan lama tak berkabar padamu. Bukan apa - apa, sebab aku sendiripun bingung dengan keadaanku sendiri. Tak cuma soal yg kuhadapi dan tempo hari pernah kuceritakan. Tapi ada persoalan baru yg entah mengapa serasa menguras isi pikiranku. Sepertinya masalah itu selalu saja dekat dengan sisi hidupku.tapi aku tak ingin berdebat tentang ini. Aku hanya terpesona melihatmu sekarang, pada gerak dan perubahanmu Sungguh nikmat yang besar, Allah telah menjadikan kita bersaudara di atas ikatan iman.Semoga Allah menjadikan kita sebagai saudara yang saling menyayangi di atas ikatan tersebut.
Saudara yang menghendaki kebaikan satu sama lainnya.
Saudara yang tidak menginginkan ada keburukan pada satu sama lainnya.
 
Bersama rasa cintaku aku membuat tulisan ini…
Semoga Allah mendatangkan manfaat, menjadikannya bekal untuk dunia dan simpanan untuk akhirat.
 
Saudariku,
Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Robb yang telah menciptakan kita dari setetes mani,
Robb yang juga telah menciptakan ibu kita, bapak kita, dan orang-orang yang kita sayangi,
Robb yang telah memberi rizki pada kita sampai kita sebesar ini,
Robb yang telah memberi hidayah Islam -sebuah nikmat yang sangat besar yang tidak ada nikmat yang lebih besar dari nikmat ini-
Robb yang telah menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang taat,
Robb yang juga telah mengancam dengan neraka bagi yang enggan untuk taat,
Robb yang janji-Nya haq, yang tidak pernah menyalahi janji.
Saudariku,
Masih akrab dulu kau pernah cerita padaku tentang teman-temanmu.
Beberapa diantaranya sangat “memperhatikan”penampilannya.
Mulai dari merk baju yang berkelas, model yang up to date,
Bahkan diantaranya sangat akrab dengan baju yang sempit dan serba pendek,
celana yang juga serba pas-pasan,
rambut direbounding,
alis yang “dirapikan”,
lipstik tipis warna pink,
minyak wangi yang mmmm…
Dan kaupun ingin seperti mereka !
 
Saudariku,
Apa yang mereka dapat dari semua ini?
“cantik”?
“aduhai”?
“modis”?
“gaul”?
“tidak ketinggalan jaman”?
atau mungkin sekedar untuk bisa percaya diri ketika keluar rumah dan berhadapan dengan orang-orang?
Memang banyak yang akan melihat “WAH” pada wanita yang berpenampilan
seperti ini sehingga menyebabkan beberapa di antara kita tertipu dan
bahkan berlomba untuk menjadi yang “terhebat” dalam masalah ini.
 
Tetapi saudariku,
Saya ingin mengajak kita untuk menjadi seorang muslimah yang sejati!
Tidak perlu kita tiru mereka yang berbangga diri dengan apa yang mereka pamerkan dari tubuh dan kecantikan mereka.
Tidak perlu kita tiru mereka yang berbangga diri dengan merk yang ada pada baju-baju mereka.
Sungguh! Kain sepuluh ribu per meter dari Pasar sentral  lebih mulia jika kita memakainya dalam rangka ketaatan pada Allah,
Robb yang telah menciptakan kita,
Robb yang telah mensyariatkan jilbab untuk kita.

Duhai…
Pakaian mana yang lebih mulia dari pakaian ketaqwaan?
Adalah nikmat yang besar ketika kita masuk Islam.
Seseorang dinilai bukan lagi dari tulisan (baca: merk) apa yang
tertempel di bajunya, atau dari seberapa mancung hidungnya, seberapa
cantik wajahnya, seberapa elok parasnya, seberapa anggun bersoleknya.
Tapi seseorang dinilai dari apa yang ada dalam hatinya, apa yang diucap oleh lisannya, dan apa yang diperbuat oleh badannya.
Tapi seorang itu mulia karena apa yang diyakininya dalam ucapan, perbuatan dan yang ada didalam hatinya.
 
 
Ya!.ingatlah kembali bagaimana kesetiaan para sahabat dan sahabiyah nabi kepada Allah. Meski dengan ujian yang begitu berat mereka tidak sedikit tertipu dengan Indahnya bujukan dunia.
Aku pernah menceritakan kisah Sumayyah kepadamu kan ?
yang gugur sebagai  syuhada pertama dalam sejarah Islam.
Juga , saudara-saudara seperjuangan Sumayyah, terutama Bilal bin Rabah yang disiksa oleh Quraisy tanpa henti menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk ?
Sebenarnya aku tak ingin banyak mendiktemu dengan  nasehat – nasehat ini.
Tapi sebagai saudarimu aku tentu tak ingin kau ”  jatuh ”.
Islam adalah agama yang sangat mulia. Oleh karena itu, sebagai seorang yang masih mengaku " Radlitu billahi Robba Wabil islaami diina wabim muhammadin nabiyyaw warosuula" aku rela Allah Tuhanku, islam agamaku, Muhammad nabi dan rasulku,. Mari  kita jadikan ajaran Islam sebagai barometer kehidupan.kita
Maaf kalau kakakmu ini berlebihan
Tapi Sesungguhnya Islam telah datang untuk segenap makhlukNya, termasuk pula padamu dan padaku.
Ia memanggil-manggil kita dengan sejuta makna dan cahaya di penghujungnya
Cahaya yang akan menghantarkan kita di syurga
Dan memuliakan kita di dunia
Percayalah !
 
 www.muslimah.or.id

...dibacakan dalam Seminar Muslimah "The Spirit of Teenagers, Semarak Putih Abu-Abu",
15 Maret 2009
Ayo baca Lagi...

Ukhti..selamanya kita bersaudara


Gak kerasa perjalanan yang kita tempuh sudah hampir melewati satu tahun kepengurusan
Banyak kisah sedih, senang,dan kecewa yang kita lalui bersama
Terkadang diri ini musti rela untuk mengorbankan segala macam yang kita punya
Waktu, tenaga, pikiran bahkan tak jarang air mata pun tumpah ketika melakukan sebuah rencana kerja
Rencana kerja untuk dakwah ini…

Rasa kecewa, sedih ataupun apalah namanya yang terkadang membuat diri ini sakit hati bahkan menitikkan air mata, seakan terbayar dengan sendirinya
Terbayar dengan kebersamaan yang kita lalui..
kebersamaan yang sungguh nikmat..
kebersamaan yang teramat sangat membuat hati ini bahagia walaupun masalah di luar sana bagaikan gunung yang ingin menindih pundak-pundak kita

Sungguh banyak yang kita telah lewati selama setahun ini,,
Terkadang program kerja yang begitu teramat berat membuat kita ingin mundur dari jalan dakwah
Membuat kita merasa tidak sanggup lagi untuk memikul amanah ini
Tapi, dengan kebersamaan yang kita lalui
Perhatian yang kalian berikan
Dan nasihat yang tidak pernah lelah kalian sampaikan
Membuat semangat ini kembali tumbuh
Membuat semangat ini bangkit untuk terus berjuang di jalan alloh
Membuat diri ini tersadar bahwa kita hidup hanyalah untuk beribadah pada Alloh..
Bukan untuk yang lainnya..

Teringat perkataan seorang kakak..
"kita ini seperti penumpang yang berada di sebuah kapal, yang sebentar lagi akan berlabuh, dan di pelabuhan tersebut kita akan turun dan digantikan oleh penumpang2 yang baru"
Begitulah kita saat ini, sebentar lagi masa kita akan tiba, masa dimana orang-orang yang dipilih oleh alloh akan menggantikan kita.. Entah kah kita masih bissa menjadi penumpang di kapal tersebut ataukah kita mengganti kapal yang lain..
Entahlah..hanya alloh yang mengetahui itu..

Dimanapun alloh menempatkan kita kelak,,
Bukanlah menjadi suatu alasan bahwa ukhuwah yang kita jalin ini akan putus
Kebersamaan yang kita rasakan bisa pergi
Dan senyum serta nasihat itu akan menghilang
Dimanapun kita berada,
Dimanapun alloh menempatkan kita,
Kita akan tetap bersaudara,
Bersaudara karena alloh..
Tidak akan pernah hilang senyum, canda, tawa dan keceriaan itu ukhti ..
Tidak akan pernah…
Kita akan tetap bersama di jalan ini..
Bersama selamanya hingga alloh memasukkan kita bersama di jannahNya kelak

"teruntuk saudari-saudariku di FUMM, maafkan diri ini jika pernah membuat kalian kecewa selama setahun perjalanan ini, jazaakunallahu khairan untuk kebersamaan selama ini.. Uhibbukunnafillah"

"Serambi madinah 29 juni 2009 di kamar biru-ku"
Ayo baca Lagi...

Inilah Akhwat sejati


Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, "abi ceritakan padaku tentang akhwat sejati..".
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum

"anakku.. Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang berada di baliknya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya

Akhwat sejati bukan dilihat dari banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dilihat dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering dibicarakan mulutnya

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana ia berbicara

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya

"lantas apa lagi abi?" sahut putrinya

ketahuilah putriku..

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tetapi dilihat sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besar ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur

Dan ingatlah...

Akhwat sejati bukan dilihat dari supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya saat bergaul

Setelah itu sang anak kembali bertanya "siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu abi?"

Sang ayah memberikannya buku dan berkatalah "pelajarilah mereka!"

Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan "istri rosulullah shalallahu 'alaihi wa sallam"

Dikutip dari percikan iman
Ayo baca Lagi...