
Setelah membaca postingan kak roidah tentang dirinya, tiba-tiba kerinduanku ini kembali mencuat..
sosok seorang saudari yang jauh disana, tak pernah bertemu namun begitu akrab di hati, inilah ukhuwah.
Masih teringat sekitar 2 tahun yang lalu, saya dan dirinya bertemu lewat dunia maya, awalnya hanya ta'aruf layaknya orang-orang yang baru berkenalan, namun baru beberapa hari berkenalan dengannya, kami pun sudah tsiqoh untuk saling berbagi pengalaman hidup. Masih teringat jelas ketika begitu antusiasnya beliau menanyakan hukum demonstrasi, apa itu salafush sholih, keingintahuannya tentang cadar dan lainnya, semangat beliau begitu sangat besar dalam menuntut ilmu yang sesuai pemahaman salafush sholih, sampai akhirnya beliau meminta tolong untuk mencarikan sutu tempat kajian di padang(tempat tinggalnya) yang sesuai pemahaman salafush sholih…
waktu itu sangat susah sekali, karena saya tinggal bukan di daerah padang, namun saya tetap berusaha mencarikan beliau tempat kajian melalui internet dan tetap bertanya-tanya ke akhwat siapa tau ada yang tau tempat kajian yang dimaksud, namun hasilnya nihil. Alhamdulillah Alloh pun memudahkan langkah beliau dalam meniti ilmu yang Haq, entah bagaimana caranya beliau bisa mendapatkan tempat kajian yang selama ini beliau cari.
Suatu ketika beliau sangat antusias menceritakan tentang pengalamannya pertama kali saat kajian,
"ukhti, tau gak ana kesasar loh, masa masuk ke tempatnya ikhwah, duh malu"
"ukhti, subhanalloh saya merasa nyaman setelah ikut kajian, bertemu akhwat yang pakai cadar, pokoknya nyaman deh".
beberapa celotehannya saat pertama kali ikut kajian..
Sampai suatu hari beliau mengutarakan niatnya untuk memakai jilbab yang lebar, masya Alloh.. Hatiku sangat senang disaat itu, walau tak pernah bertemu, namun kecintaan terhadapnya begitu besar, mungkin inilah yang dikatakan ukhuwah..
"ukhti, alhamdulillah ana sudah berpakaian yang rapi, pakai jilbab yang lebar, syukron ya atas motivasinya", itu kalimat yang pernah beliau lontarkan pertama kali saat memberitahukan saya sewaktu memakai jilbab yang lebar..
Saya pun begitu penasaran dengan pengalaman-pengalaman beliau saat pertama kali memakai jilbab lebar..
"alhamdulillah ukh, nyaman banget, serasa terlindungi, oh iya ukh, di daerah ana kan, masih sedikit akhwat yang berpakaian dan berjilbab lebar, pernah suatu ketika ana pergi ke suatu tempat terus ada ibu-ibu yang berbisik-bisik membicarakan pakaian ana yang hitam-hitam dan serba tertutup, ana sih sedikit risih tapi ya bukankah ini perjuangan kan ukh?"
Masya Alloh, saya tak sangka kalau beliau begitu semangat dan begitu kuat dalam menjalankan syari'at ini, bahkan saya sempat berkata padanya..
"Masya Alloh ukh, ana salut sama anti, anti baru mengenal manhaj yang haq ini tapi anti begitu kuat untuk menjalaninya bahkan di lingkungan anti yang sangat minoritas akhwat berpemahaman salaf anti pun tak gentar, Masya Alloh"
Saya pun sempat menasehatkan padanya awal-awal beliau belajar manhaj yang Haq ini "ukhti, kelak ketika ukhti telah tau hukum berdemo, dan penyimpangan-penyimpangan yang pernah ukhti lakukan, jangan sampai membenci saudari-saudari ukhti yang dahulu (di tempat kajiannya dulu), jangan sampai karena tidak satu tempat kajian lagi ukhti malah ga mau menyapanya, karena banyak loh yang seperti itu".
Beliau pun langsung menjawab "nggak kok ukh, insya Alloh ana gak akan berubah dengan saudari-saudari ana yang dulu, walaupun sekarang manhaj kami berbeda tapi kan mereka tetap saudara seiman kan?" Masya Alloh...
Beliau pun selalu mengutarakan keinginannya untuk belajar di ma'had, namun keinginan itu selalu tertunda karena beberapa alasan..
"wuah ukh, ntar kalau dah masuk ma'had dan dah pintar bahasa arab, ajarin ana ya?" candaku. "hehehe, iya tentu aja lah ukhti" jawab saudariku itu.
Sempat beberapa bulan komunikasi kami terputus karena ada kesibukan, namun suatu hari saat saya menerima kabar darinya.. Masya Alloh, kekagumanku semakin bertambah, salah seorang saudari mengatakan beliau telah berniqob… Masya Alloh..Masya Alloh.. Akhirnya keinginan beliau tercapai..
Tak pikir panjang setelah menerima kabar tersebut, saya pun langsung menelponnya..
"ukhti, ana dengar kabar, ukhti dah berniqob ya? Alhamdulillah". tanyaku.
"alhamdulillah ukh, iya.. Jazaakillahu khoiron ya ukh buat semuanya". Jawabnya.
Kerinduan selama beberapa bulan itu pun tumpah lewat percakapan di telpon.. Masya Alloh ukhti sekali lagi saya salut padamu…
Setelah percakapan itu, lagi-lagi komunikasi kami sempat terputus, sampai suatu hari, saya mendengar kabar di TV kalau Padang dilanda Gempa, Ibuku saat itu sibuk menghubungi keluarga di padang, untuk memastikan keadaan keluarga yang baik-baik saja, alhamdulillah.. Tapi tiba-tiba saya teringat dengan seseorang..
"saudariku dari padang, bagaimana kabarnya? Apakah dia baik-baik saja? Apakah keluarganya baik-baik saja? " rasa cemas itu tiba-tiba mendatangiku, saya pun langsung menelponnya, tapi sayang telponnya tak bisa nyambung, sms pun selalu gagal.. Saya semakin khawatir dengan keadaannya, namun beberapa hari kemudian, saya kembali menelponnya untuk menanyakan kabarnya alhamdulillah kali ini bisa tersambung.
"alhamdulillah ukh, ana gak apa-apa kok, sempat takut juga sih, tapi insya Alloh tak mengapa kok, jazaakillahu khoiron ya ukh" .Alhamdulillah lega rasanya, saudariku tak apa-apa, kembali kami mengobrol untuk melepas kerinduan yang sudah lama terpendam lewat telepon waktu itu…
Setelah kejadian tersebut, untuk yang kesekian kalinya, komunikasiku dengannya terputus kembali, sampai suatu hari, saya mendengar kabar dari salah seorang saudari bahwa saudariku tersebut telah masuk ke salah satu ma'had yang bermanhajkan salafush sholeh di salah satu kota di indonesia…
Masya Alloh..Masya Alloh… Ukhti.. Akhirnya cita-citamu tercapai, perjuanganmu selama ini, sungguh berbuah manis, engkau telah meraih apa yang kau inginkan, mulai dari keinginan yang besar untuk kajian yang bermanhaj salaf, berniqob dan sekarang masuk ke ma'had..
Masya Alloh..Masya Alloh… kerinduanku kepadamu semakin besar, semoga Alloh kelak mempertemukan kita di waktu dan tempat yang diridhoiNya, dan saya akan menagih janjimu padaku untuk mengajariku berbahasa arab… :)
Ah, ukhti.. Anaa asytakun ilaiku jiddan
Serambi Madinah, 23 Maret 2011
-sesaat setelah membaca postingan kak muharrikah tentang ukhti Hafizhah.
ah ukhti hafizhah, dimana dirimu berada sekarang?… sungguh saya sangat merindukan kebersamaan kita walau hanya lewat dunia maya dan telepon.. Uhibbukifillah yaa ukhti.. "
Ayo baca Lagi...
Demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah kepada seseorang atas perantara kamu maka (ganjarannya) lebih baik bagi kalian daripada kalian mendapatkan seekor onta merah. (HR .Muslim)
Jauh di Mata, Dekat di Hati
Its All about our friendship

عَنِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ: إِِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أََنَّهُ يُحِبُّهُ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits shahih)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُفِ شَيْئاً وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (Muslim)
A good friend allows you a safe space to share your deepest thoughts and needs without worry of being judged, criticized or made to feel silly for feeling the way you do. Friends cheer each other on, laugh and cry together, and just plain commiserate and listen to each other.
Even though we've changed and we're all finding our own place in the world, we all know that when the tears fall or the smile spreads across our face, we'll come to each other because no matter where this crazy world takes us, nothing will ever change so much to the point where we're not all still friends.”
내 가장 친한 친구 사랑합니다
Serambi madinah, 17 Feb 2011
Ayo baca Lagi...
The reasons why I was interesting with these languages...

I just wanna share the reasons why I love these 3 languages...
Here they are...
1. Bahasa Arob
Bahasa Pertama, yang utama dan yang wajib untuk saya kuasai. Bahasa Arob adalah Bahasa Alqur'an, Bahasa Penduduk Jannah, Bahasa Umat Islam. Saya seorang muslimah, tentu saja saya harus bertekad kuat untuk bisa mempelajari bahasa ini, alasannya?
tentu sangat banyak.. sebagaimana yang kita ketahui, bahasa arob adalah bahasa Alqur'an, ketika kita bisa memahami bahasa Arob, Insya Alloh kita bisa dengan mudah memahami makna-makna Alqur'an, bisa membaca hadits Rosululloh shallallohu 'alaihi wa sallam, bisa membaca kitab gundul, kita pun bisa lebih khusyuk ketika sholat karena kita bisa mengerti dan memahami bacaan sholat yang kita ucapkan. Dan masih banyaaaaaaak lagi keutamaan belajar bahasa Arob, yang tidak bisa saya ungkapkan satu demi satu. saya rasa semua umat islam pun pasti mempunyai keinginan yang sama seperti saya, bisa menguasai bahasa Arob, betul kan? Saya akan sangat heran jika ada seorang yang mengaku islam tapi tidak ada keinginan sedikitpun di dalam hatinya untuk mempelajari bahasa Arob... adakah muslim seperti itu?? ah, rasanya tidak mungkin ada... :) Ma'an Najah!!!
2. Bahasa Inggris
Yup, sebagaimana kita ketahui bahwa sekarang ini, bahasa inggris adalah bahasa universal, bahasa seluruh dunia, bahkan jika kita pergi ke sebuah negeri dan kita tidak mengerti dengan bahasa penduduk setempat maka kita bisa menggunakan bahasa inggris agar lebih mudah berkomunikasi. Dakwah ilalloh juga merupakan salah satu alasan saya ingin menguasai bahasa ini, kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia, dan menyampaikan serta mengajarkan mereka bagaimana sebenarnya agama islam itu, agama yang haq, agama yang selama ini membuat banyak non muslim mengira bahwa agama islam adalah agama kekerasan, agama teroris, agama yang buruk dll, melalui bahasa inggris kita bisa dengan mudah menyampaikan ke mereka bahwa agama islam bukan agama yang selama ini digembar-gemborkan oleh seluruh musuh islam (example: agama kekerasan, agama teroris dll)agar mereka bisa paham agama islam yang sesungguhnya, agar islam semakin dikenal di seluruh dunia, dan semakin banyak orang yang bisa mendapat hidayah untuk memeluk agama yang Haq ini. bukankah kita juga akan mendapatkan pahala yang sangat besar jika menjadi perantara orang yang mendapatkan hidayah? Sepadan dengan seekor onta merah jika kita menjadi perantara orang untuk mendapatkan hidayah bukan? seekor onta merah yang merupakan lambang kekayaan bangsa arab di zaman dahulu, seekor onta merah yang jika diumpamakan di zaman sekarang maka seperti sebuah kendaraan yang harganya paling mahal di seluruh dunia.. menggiurkan bukan? siapa yang tidak tertarik? saya yakin kamu pun akan tertarik dengan balasan yang disebutkan Rosululloh shallallohu 'alaihi wa sallam. Beberapa waktu yang lalu pun saya sempat membaca sebuah artikel tentang seorang wanita Bule yang mengucapkan kalimat syahadah melalui chatting.. subhanalloh, semakin bersemangatlah saya mempelajari bahasa ini.. untuk apa? Insya Alloh untuk dakwah ilallah. Come on.. Lets try hard!! we can do it Insya Alloh!!
3.Bahasa Korea
Bahasa terakhir yang saat ini menarik perhatianku dan merupakan salah satu bahasa favoritku adalah bahasa korea atau biasa disebut Hangul awalnya saya tidak tertarik dengan bahasa ini, tapi karena sewaktu masih kuliah, hampir semua teman kelas saya sangat menyukai korea, akhirnya saya pun sedikit demi sedikit mulai tertarik untuk mempelajari bahasa ini, dan memang ternyata bahasanya sangat menarik. Dalam bahasa korea ada yang disebut bahasa formal dan bahasa informal, bahasa formal biasanya digunakan kepada orang yang lebih tua dari kita sedangkan bahasa informal digunakan kepada orang yang setara atau lebih muda dari kita. Budaya korea juga menjadi salah satu alasan saya ingin mempelajari bahasa ini, menurut info yang saya dapatkan, bangsa korea termasuk bangsa yang sangat sopan, salah satu contohnya adalah mereka wajib memanggil sebutan yang sopan kepada orang-orang yang lebih tua dari mereka, terkadang di indonesia kita memanggil orang yang lebih tua dari kita hanya dengan menggunakan nama tanpa mengikut sertakan kata "kakak" tapi di korea, panggilan "kakak" itu wajib dipakai oleh seorang adik/orang yang lebih muda dari kita. Orang-orang korea juga terkenal dengan kecintaan mereka terhadap produk dalam negeri, sebagai contoh, jika kita di indonesia sering menggunakan yahoo.com maka orang-orang korea punya situs tersendiri semacam yahoo yaitu naver, jika orang indonesia mencari info-info di Google, maka orang korea pun punya situs tersendiri yaitu daum.net. bahkan dari segi bahasa, mereka lebih cinta menggunakan bahasa sendiri ketimbang bahasa inggris, hanya sedikit dari mereka yang tertarik untuk belajar dan berbicara bahasa inggris dengan fasih. Banyak budaya-budaya korea yang menurut saya sangatlah menarik, tapi sangat disayangkan.. korea merupakan salah satu negara yang mempunyai penduduk muslim yang sangat sedikit, kebanyakan mereka menganut paham atheis dan buddha, dan karena kebanyakan penduduk korea tidak mengetahui bahasa inggris, makanya ketika kita berdakwah maka akan sangat sulit untuk bisa menyampaikan yang Haq kepada mereka dan inilah menjadi salah satu alasan utama saya ingin mempelajari bahasa korea... sekali lagi karena dakwah ilalloh, ingin menyampaikan agama yang Haq kepada mereka, Agama Islam... Insya Alloh bisa.. Nan Hangukoleul Neomu Joahe..Fighting ^^/
dari ketiga bahasa tersebut, tentu saja bahasa Arob lah yang paling menarik, paling istimewa dan paling sempurna menurut saya.. kita bisa lihat contoh "salam" dari ketiga bahasa yang berbeda. Dari bahasa arob "Assalamu'alaikum= Keselamatan Bagimu", Bahasa Inggris "Hello=hai", Bahasa Korea "Annyeong Haseyo= Apa Kabar" dari ketiga bahasa tersebut hanya bahasa Arob yang memiliki arti sangat baik dan keren menurut saya, bagaimana menurutmu, sependapat kan dengan saya? :)
_Serambi Madinah,13 Februari 2011_
Ayo baca Lagi...