
The "whispers" from some people around me sometimes could make me uncomfortable, when they knew my dream which didn’t suit with their "mind"
when i said what is my dream, when I said what I want..
They thought that I made a "BIG MISTAKES"
They said that it was IMPOSSIBLE
Should i follow that "whisper"?
Should i stop my dream ?
should i give up?
NO…
You cant stop my dream, Never!!
You cant forbidden me to get my purpose
Because you don’t know what become my purpose exactly…
I'll keep doing my dream,This is what I want!!!
I'll keep dream it
I'll keep try to get it
as long as no prohibition in my religion ISLAM
Although in your eyes I made "BIG MISTAKE" in making decision
Although in your eyes I'm not a good person coz my dream
and although in your eyes its IMPOSSIBLE
I don’t care…
Really i don’t care what would you think about me, about my ambition, about my dream…
Because i don’t need your Blessing for me
I just need a Blessing from my Lord "ALLOH"!!
That’s it!!
-For all, who always said "your dream was Freak, your dream was impossible",
Hey Nothing is impossible in this wolrd!! -
Ayo baca Lagi...
Demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah kepada seseorang atas perantara kamu maka (ganjarannya) lebih baik bagi kalian daripada kalian mendapatkan seekor onta merah. (HR .Muslim)
I do not care!!!
Jauh di Mata, Dekat di Hati

Setelah membaca postingan kak roidah tentang dirinya, tiba-tiba kerinduanku ini kembali mencuat..
sosok seorang saudari yang jauh disana, tak pernah bertemu namun begitu akrab di hati, inilah ukhuwah.
Masih teringat sekitar 2 tahun yang lalu, saya dan dirinya bertemu lewat dunia maya, awalnya hanya ta'aruf layaknya orang-orang yang baru berkenalan, namun baru beberapa hari berkenalan dengannya, kami pun sudah tsiqoh untuk saling berbagi pengalaman hidup. Masih teringat jelas ketika begitu antusiasnya beliau menanyakan hukum demonstrasi, apa itu salafush sholih, keingintahuannya tentang cadar dan lainnya, semangat beliau begitu sangat besar dalam menuntut ilmu yang sesuai pemahaman salafush sholih, sampai akhirnya beliau meminta tolong untuk mencarikan sutu tempat kajian di padang(tempat tinggalnya) yang sesuai pemahaman salafush sholih…
waktu itu sangat susah sekali, karena saya tinggal bukan di daerah padang, namun saya tetap berusaha mencarikan beliau tempat kajian melalui internet dan tetap bertanya-tanya ke akhwat siapa tau ada yang tau tempat kajian yang dimaksud, namun hasilnya nihil. Alhamdulillah Alloh pun memudahkan langkah beliau dalam meniti ilmu yang Haq, entah bagaimana caranya beliau bisa mendapatkan tempat kajian yang selama ini beliau cari.
Suatu ketika beliau sangat antusias menceritakan tentang pengalamannya pertama kali saat kajian,
"ukhti, tau gak ana kesasar loh, masa masuk ke tempatnya ikhwah, duh malu"
"ukhti, subhanalloh saya merasa nyaman setelah ikut kajian, bertemu akhwat yang pakai cadar, pokoknya nyaman deh".
beberapa celotehannya saat pertama kali ikut kajian..
Sampai suatu hari beliau mengutarakan niatnya untuk memakai jilbab yang lebar, masya Alloh.. Hatiku sangat senang disaat itu, walau tak pernah bertemu, namun kecintaan terhadapnya begitu besar, mungkin inilah yang dikatakan ukhuwah..
"ukhti, alhamdulillah ana sudah berpakaian yang rapi, pakai jilbab yang lebar, syukron ya atas motivasinya", itu kalimat yang pernah beliau lontarkan pertama kali saat memberitahukan saya sewaktu memakai jilbab yang lebar..
Saya pun begitu penasaran dengan pengalaman-pengalaman beliau saat pertama kali memakai jilbab lebar..
"alhamdulillah ukh, nyaman banget, serasa terlindungi, oh iya ukh, di daerah ana kan, masih sedikit akhwat yang berpakaian dan berjilbab lebar, pernah suatu ketika ana pergi ke suatu tempat terus ada ibu-ibu yang berbisik-bisik membicarakan pakaian ana yang hitam-hitam dan serba tertutup, ana sih sedikit risih tapi ya bukankah ini perjuangan kan ukh?"
Masya Alloh, saya tak sangka kalau beliau begitu semangat dan begitu kuat dalam menjalankan syari'at ini, bahkan saya sempat berkata padanya..
"Masya Alloh ukh, ana salut sama anti, anti baru mengenal manhaj yang haq ini tapi anti begitu kuat untuk menjalaninya bahkan di lingkungan anti yang sangat minoritas akhwat berpemahaman salaf anti pun tak gentar, Masya Alloh"
Saya pun sempat menasehatkan padanya awal-awal beliau belajar manhaj yang Haq ini "ukhti, kelak ketika ukhti telah tau hukum berdemo, dan penyimpangan-penyimpangan yang pernah ukhti lakukan, jangan sampai membenci saudari-saudari ukhti yang dahulu (di tempat kajiannya dulu), jangan sampai karena tidak satu tempat kajian lagi ukhti malah ga mau menyapanya, karena banyak loh yang seperti itu".
Beliau pun langsung menjawab "nggak kok ukh, insya Alloh ana gak akan berubah dengan saudari-saudari ana yang dulu, walaupun sekarang manhaj kami berbeda tapi kan mereka tetap saudara seiman kan?" Masya Alloh...
Beliau pun selalu mengutarakan keinginannya untuk belajar di ma'had, namun keinginan itu selalu tertunda karena beberapa alasan..
"wuah ukh, ntar kalau dah masuk ma'had dan dah pintar bahasa arab, ajarin ana ya?" candaku. "hehehe, iya tentu aja lah ukhti" jawab saudariku itu.
Sempat beberapa bulan komunikasi kami terputus karena ada kesibukan, namun suatu hari saat saya menerima kabar darinya.. Masya Alloh, kekagumanku semakin bertambah, salah seorang saudari mengatakan beliau telah berniqob… Masya Alloh..Masya Alloh.. Akhirnya keinginan beliau tercapai..
Tak pikir panjang setelah menerima kabar tersebut, saya pun langsung menelponnya..
"ukhti, ana dengar kabar, ukhti dah berniqob ya? Alhamdulillah". tanyaku.
"alhamdulillah ukh, iya.. Jazaakillahu khoiron ya ukh buat semuanya". Jawabnya.
Kerinduan selama beberapa bulan itu pun tumpah lewat percakapan di telpon.. Masya Alloh ukhti sekali lagi saya salut padamu…
Setelah percakapan itu, lagi-lagi komunikasi kami sempat terputus, sampai suatu hari, saya mendengar kabar di TV kalau Padang dilanda Gempa, Ibuku saat itu sibuk menghubungi keluarga di padang, untuk memastikan keadaan keluarga yang baik-baik saja, alhamdulillah.. Tapi tiba-tiba saya teringat dengan seseorang..
"saudariku dari padang, bagaimana kabarnya? Apakah dia baik-baik saja? Apakah keluarganya baik-baik saja? " rasa cemas itu tiba-tiba mendatangiku, saya pun langsung menelponnya, tapi sayang telponnya tak bisa nyambung, sms pun selalu gagal.. Saya semakin khawatir dengan keadaannya, namun beberapa hari kemudian, saya kembali menelponnya untuk menanyakan kabarnya alhamdulillah kali ini bisa tersambung.
"alhamdulillah ukh, ana gak apa-apa kok, sempat takut juga sih, tapi insya Alloh tak mengapa kok, jazaakillahu khoiron ya ukh" .Alhamdulillah lega rasanya, saudariku tak apa-apa, kembali kami mengobrol untuk melepas kerinduan yang sudah lama terpendam lewat telepon waktu itu…
Setelah kejadian tersebut, untuk yang kesekian kalinya, komunikasiku dengannya terputus kembali, sampai suatu hari, saya mendengar kabar dari salah seorang saudari bahwa saudariku tersebut telah masuk ke salah satu ma'had yang bermanhajkan salafush sholeh di salah satu kota di indonesia…
Masya Alloh..Masya Alloh… Ukhti.. Akhirnya cita-citamu tercapai, perjuanganmu selama ini, sungguh berbuah manis, engkau telah meraih apa yang kau inginkan, mulai dari keinginan yang besar untuk kajian yang bermanhaj salaf, berniqob dan sekarang masuk ke ma'had..
Masya Alloh..Masya Alloh… kerinduanku kepadamu semakin besar, semoga Alloh kelak mempertemukan kita di waktu dan tempat yang diridhoiNya, dan saya akan menagih janjimu padaku untuk mengajariku berbahasa arab… :)
Ah, ukhti.. Anaa asytakun ilaiku jiddan
Serambi Madinah, 23 Maret 2011
-sesaat setelah membaca postingan kak muharrikah tentang ukhti Hafizhah.
ah ukhti hafizhah, dimana dirimu berada sekarang?… sungguh saya sangat merindukan kebersamaan kita walau hanya lewat dunia maya dan telepon.. Uhibbukifillah yaa ukhti.. "
Ayo baca Lagi...
Its All about our friendship

عَنِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ: إِِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أََنَّهُ يُحِبُّهُ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits shahih)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُفِ شَيْئاً وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (Muslim)
A good friend allows you a safe space to share your deepest thoughts and needs without worry of being judged, criticized or made to feel silly for feeling the way you do. Friends cheer each other on, laugh and cry together, and just plain commiserate and listen to each other.
Even though we've changed and we're all finding our own place in the world, we all know that when the tears fall or the smile spreads across our face, we'll come to each other because no matter where this crazy world takes us, nothing will ever change so much to the point where we're not all still friends.”
내 가장 친한 친구 사랑합니다
Serambi madinah, 17 Feb 2011
Ayo baca Lagi...