Laman

SyuKuri Nikmat Yang kau dapatkan..

Nikmat yang diberikan alloh kepada kita, terkadang membuat kita lupa untuk mensyukurinya. Kita terlena dengan kenikmatan yang kita dapatkan, sampai melupakan satu hal bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan kita…

Hari ini, sepulang dari dokter, aku dan ummi menunggu becak, tapi karena dua tukang becak diapnggil ga nengok2, walhasil kami akhirnya berjalan kaki sampai nemuin tukang becak… di tengah perjalanan,ada satu tukang becak yang menawarkannya becaknya. Dengan penuh semangat dia lalu memutar becaknya dan mengantarkan kami mengambil angkot untuk pulang ke rumah..



Di tengah perjalanan, aku mengetahui bahwa tukang becak ini beda dari yang lain, kayaknya bapak ini punya masalah berat..itu kelihatan dari raut wajah dan pembicaraan yang dia lakukan dengan ummi dalam bahasa daerah, walapun aku ga terlalu ngerti, namun aku bisa ambil kesimpulan kalau bapak ini lagi kesusahan.. Dengan terus mendayuh becaknya, bapak ini terus menangis di tengah jalan sambil ngos-ngosan dan berbicara dengan ummi… ummi hanya terus mengatakan.."kasihan..kasihan", aku tetap aja diam karena ga tau maksud pembicaraan mereka, namun aku mengambil kesimpulan kalau bapak ini butuh uang.. Walhasil, pas di tempat tujuan, yang seharusnya kami Cuma kasih 3000, ummi lalu mencari 20rbuan, tapi karena ga nemu, aku bilang aja, kasih 50rb aja ma.. Ummi pun memberikan dan mengatakan kepda bapak tadi "semoga bisa meringankan ya pak"

Setelah menunggu angkot, bapak ini mengatakan, "disni dah ga ada angkot bu, udah jam setengah 10, naik aja lagi bu, ntar aku antar sampai depan gedung DPR ambil angkot buat ke rumah ibu.."
Awalnya aku ga mau, karena kasihan ngelihat bapaknya yang udah kecapean, "ga usah ma, kasihan bapaknya" tapi bapak ini terus maksa… ya udah naik aja ma..

Di tengah perjalan, bapak ini masih saja bicara dengan ummi, aku menjadi pendengar setia yang ga tau artinya… sesekali aku mendengar suara bapak tadi tersedu-sedu…
"dalam hati, terus saja aku bertanya..ya rabb,kenapa bapak ini, kasihan sekali..udah tua juga.."
Akhirnya setelah turun, ummi memberikan uang lagi kepada bapak tadi, 50rb jadi cukup deh 100rb…
Ketika turun dari becak, bapak itu terus mengucapkan terima kasih, dan memanggilkan kami angkot..
Tanda tanya besar dalam kepalaku, 'apa yang sebenarnya terjadi, kenapa ummi seperti mau nangis..??"
Di atas angkot , aku pun bertanya ke ummi…
Ummipun menjelaskan…
bapak tadi kasihan, katanya kemarin istrinya melahirkan dan pas melahirkan anaknya tuh meninggal… mau dikuburin tapi ga ada uang beli kain kafannya, padahal besok pagi dah mau dikubur.. Uang kain kafan semuanya 120rb, sedangkan hari ini bapak tuh Cuma dapat uang 20rb, sampai jam setengah 10 malam ga ada penumpang lagi, bapak itu jadi sedih, kemana harus cari uang lagi.. Makanya pas ketemu kita, bapak itu jadi senang, malah sempat nawarin kita untuk diantar sampai rumah katanya,,
hah?sampai rumah pikirku?? Itukan jauhh banget, bisa bengkak tuh betis ngayuh becak sejauh itu..
Waktu di tengah jalan, bapak itu bilang ke ummi.. "bu aku pinjam uang ibu, 50rb lagi bu…malam ini aku harus ke rumah sakit buat jenguk istri dan beli kain kafan..tolong bu,, aku janji bakalan kembalikan.."
Akhirnya ummi pun kasih uang 50rb lagi buat bapak tadi, 'ini pak, ga papa, ga usah diganti, moga uang ni berberkah ya pak…"'
Makasih bu..makasih bu..
Sambil mengusap air matanya, bapak ini pun pergi, katanya langsung ke rumah sakit…
Ternyata, becak yang dipakai bapak itu pun bukan becaknya, beliau Cuma sewa 5000 sehari..
Allohu akbar…

Di atas angkot, aku terus merenung..merenung atas nikmat yang begitu banyak yang diberikan alloh padaku , sampai terkadang nikmat itu membuatku lupa untuk bersyukur, membuatku lupa bahwa disekitar kita banyak yang lebih membutuhkan…
uang yang biasa diberikan orang tua kepada kita, terkadang kita memakainya hanya untuk sekedar mengisi perut yang sebenarnya ga lapar, atau hanya sekedar mencuci-cuci mata di mall, atau membeli sesuatu yang tidak kita butuh-butuh amat…
Namun, terkadang kita lupa..bahwa masih banyaak saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan bantuan kita, membutuhkan uluran tangan kita untuk sekedar mengisi perut-perut mereka yang kelaparan..
Bukankah sesama muslim itu ibarat satu tubuh, jika satunya merasa sakit maka yang lain akan ikut merasakan sakitnya….???
Allohu akbar,,, semoga setelah ini, aku bisa menjadi orang yang lebih bersyukur dan lebih melihat kebutuhan orang-orang yang membutuhkan..
Allohul musta'an..

1 komentar:

sapitiarap mengatakan...

tes komentar..


subhanallah....