"barang siapa menolong agama Alloh maka alloh pun akan menolongnya" sebuah potongan ayat yang menjadi motivasi berharga pada diriku untuk lebih mengibarkan bendera dakwah di sekolah..
Hmmm,, ketika kita menolong agama alloh pasti, pertolongan alloh akan datang, cepat ataupun lambat..
Dua tahun sudah aku belajar di sekolah ini, waktu itu aku menduduki kelas 2 sma.. Banyak amanah baik dari sekolah maupun kegiatan eksul ku yaitu rohis.. Namun sebuah keyakinan muncul di hati, bahwa sesibuk apapun aku dalam urusan akademik, urusan dakwah harus tetap jalan..alhamdulillah selalu dibantu oleh alloh…
Menjadi seorang yang memperjuangkan dakwah bukan hal yang mudah, banyak pengorbanan yang musti kita lalui, pengorbanan waktu, tenaga, perasaan, bahkan harus mengorbankan uang jajan kita.. Demi terlaksananya dakwah di sekolah, demi tersiarnya syiar2 islam, kita harus mengorbankan semuanya…
Uang jajan yang semula diniatkan untuk berbelanja di kantin, terkadang harus kita relakan untuk menopang dakwah, ini yang aku rasakan ketika menduduki amanah di rohis, terkadang ketika ingin tarbiyah di luar sekolah sepulang sekolah, uang yang semula diberikan orang tua untuk mengisi perut, terpaksa harus direlakan untuk naik angkot pergi ke tempat kajian, bahkan terkadang adik2 yang ingin diajakpun musti dibayarin dulu.. Tapi itulah perjuangan..
Karena uang jajanku habis terkadang aku pun meminjam ke teman,, tak terasa, uang yang kupinjam untuk urusan dakwah malah membengkak..
Di suatu hari di kelasku, saat aku belajar, aku teringat akan utang2ku, kubuka tasku dan kuambil catatan kecil yang berisi utang-utangku,,,,
Dalam hati, terasa sangat sedih..
"ya rabb, utang ku sebanyak ini???dari mana aku bisa menggantinya,"
kuperhatikan jumlahnya..dan sungguh membuatku takjub…
"100.000??", masya alloh darimana aku dapatkan uang sebanyak ini???
"minta ke orang tua, ah…aku terlalu banyak merepotkan…
Kalau mau dicicil mulai sekarang, dan tidak jajan,,mungkin butuh 6 bulan bahkan lebih baru terkumpul untuk melunasinya…
Uang yang diberikan ummi padaku waktu itu hanya sekitar 2000an untuk jajan setiap harinya…
Dengan wajah sedih kupandangi catatan2 kecilku yang penuh utang, ingin rasanya berteriak, menangis sekencang-kencangnya,,huhuhuhu..
Selang beberapa menit, datanglah seorang guru…
guru ini membawa sebuah kabar..katanya yang disebutkan namanya harus segera ke kantor pada saat jam istirahat..
Setelah disebutkan…ternyata namaku lah salah satunya…
"hah??kok aku??"
aku semakin takut, karena beberapa hari sebelum itu, aku mendapat kabar, kalau akhwat ga boleh lagi pakai jilbab lebar dan panjang…
"ya rabb,,,mungkinkah aku akan dikeluarkan dari sekolah..??''
Setelah jam istirahat, kulangkahkan kakiku menuju ke kantor bersama beberapa temanku yang juga namanya disebutkan...
Denganperasaan takut yang sangat besar, akupun sampai di ruangan tersebut….
Sampai di kantor, aku melihat banyak orang yang berkerumun…
Akupun masuk kedalam kantor tersebut,…
Setelah namaku ditemukan dalam daftar itu, aku pun disuruh tanda tangan…
setelahnya, guru tersebut mengeluarkan beberapa lembar uang merah dan memberikannya padaku…
Hah?? Untuk apa ni pak??
Ini beasiswa nak??
Beasiswa??
Dalam hati aku bertanya…
Beasiswa untuk apa??? Kalau dikatakan aku anak orang tidak mampu, kayaknya nggak juga… kalau beasiswa orang pintar, kenapa temanku yang lebih tinggi nilainya tidak dapat??
Subhanalloh…
Aku pun jadi teringat penggalan ayat dalam alquran..bahwa rezeki itu datang dari arah yang tidak kamu sangka-sangka…
Subhanalloh,,walhamdulillah,,walllahu akbar…
Inikah pertolongan alloh…inikah pertolonganmu ya rabb???
Dengan penuh keyakinan yang sangat besar, kulangkahkan kaki menuju mesjid sekolahku, waktu itu bertepatan dengan jadwal akhwat mengisi kultum…
Subhanalloh, apa yang aku dapatkan hari ini, kusampaikan ke pada adik2ku di rohis…
Bahwa ketika kita menolong agama alloh, pasti alloh akan menolong kita…
Bahkan dalam hal keuangan pun…ketika kita membantu agama alloh, sampai membuat kita tidak punya apa-apa, yakinlah..bahwa alloh tidak akan menyianyiakan kita…karena sesungguhnya rezeki itu datang dari alloh dan dari arah yang tidak kita sangka-sangka….
Subahanlloh…
Tapi, jangan menjadikan kisah ini, sebagai dalih kita untuk terus berutang, karena ingat sebuah hadits yang mengatakan bahwa oarang yang mati syahid pun tidak akan disholatkan ketika dia punya utang,,,
Mudah2an kisah ini, bisa memberikan kita pelajaran
Bahwa dengan menuntut ilmu serta mendakwahkannya, maka kebahagiaan yang hakiki akan kita dapatkan di dunia terlebih di akhirat…
walhamdulillah
Ayo baca Lagi...
Demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah kepada seseorang atas perantara kamu maka (ganjarannya) lebih baik bagi kalian daripada kalian mendapatkan seekor onta merah. (HR .Muslim)
Rezeki datang dari arah yang tidak disangka...
AssAlamu'alaikum kakak ^_^
Memakai pakaian yang berbeda dari masyarakat sekarang, pasti menimbulkan sebuah keheranan yang sangat besar, pandangan yang aneh bahkan kata-kata yang pedas biasa terlontar dari mulut seseorang.. Apalagi kalau bukan karena pakaian syar'I yang kita kenakan..
Hidup dengan sunnah, sudah tidak dipungkiri lagi…pasti ada cobaannya bahkan hanya sekedar memakai pakaian hijab yang sempurna untuk seorang akhwat, mengundang berbagai macam argumentasi dari beberapa pihak..ibu-ibu,bapak-bapak bahkan anak kecil pun yang tidak pernah di didik orang tuanya, begitu lancar mengeluarkan kata "ADA SETAN" ketika melihat seorang akhwat yang memakai cadar…
Itulah didikan dari orang tua yang tidak pernah menanamkan pelajaran agama buat anaknya…
Berbeda dengan anak-anak yang hidup di lingkungan islami, walaupun ibu mereka bukanlah akhwat2 yang memakai cadar ataupun jilbab lebar, tapi anak kecil yang dididik oleh orang tuanya untuk menghormati syariat islam akan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata…
Pernah, dalam sebuah perjalanan..aku dan adik pergi menuju ke rumah seorang teman yang berbeda blok dari rumah, di tengah perjalanan kami melewati sekelompok anak kecil. Dengan pakaian yang mungkin menurut mereka aneh, merka langsung berteriak.."pocong…", orangtua yang melihat tingkah anak mereka, bukannya menegur, bahkan mereka tertawa mengejek melihat kami….
Astagfirulloh….padahal kami ini sesama muslim…
Di waktu yang berbeda dan di tempat yang berbeda..
Aku dan adik lagi2 menuju rumah teman, dengan mengambil jalur yang berbeda…
Waktu itu sore hari, banyak anak-anak dan ibu-ibu keluar rumah untuk hanya sekedar ngobrol….
Sebelum sampai di tempat tujuan..
Kami melewati beberapa anak kecil yang sibuk dengan permainannya…
Pikirku dalam hati…jangan2 anak-anak ini juga takut melihat kami,,
Tanpa mempedulikan sekitar, aku dan adik terus melangkah maju melewati kerumanan anak kecil..
Namun, sungguh kaget ketika aku dan adik mendengar panggilan seorang anak kecil….
Panggilan yang membuatku bahagia mendengarkannya ketika keluar dari mulut seorang anak kecil…
Seorang anak kecil sekitar umur 6 tahun, langsung meneriaki kami..
"assalamu'alaikum kakak…"
subhanalloh, dengan wajah imut nya yang lucu, dia melemparkan salam kepada kami sambil tersenyum,,, spontan saja aku langsung membalas senyumannya dan membalas salamnya sambil mengusap kepala anak tersebut…
Beberapa temannya yang awalnya sibuk dengan permainannya pun terhenti sejenak. Dan ramai-ramai mengatakan… "assalamu'alaikum"… subhanalloh,,, senang rasanya hati ini melihat mereka.... Mulai anak umur 6,7,8,9 tahun bahkan ada yang masih sangat balita, belum bisa terlalu bicara, tersenyum pada kami dan seakan-akan memberikan salamnya pada kami….
Masya alloh, pikirku,..
Ternyata disini anak2nya pada ngerti semua…setelah mereka memberi salam, mereka pun kembali melanjutkan aktivitas mereka semula, bermain…
Walhamdulillah ternyata di lingkungan tempatku tinggal masih ada anak2 yang ga takut dengan pakaian yang kami pakai, pakaian yang sebenarnya syar'I, namun telah menjadi asing di tengah masyarakat banyak…
Subhanalloh...
Ayo baca Lagi...
SyuKuri Nikmat Yang kau dapatkan..
Nikmat yang diberikan alloh kepada kita, terkadang membuat kita lupa untuk mensyukurinya. Kita terlena dengan kenikmatan yang kita dapatkan, sampai melupakan satu hal bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan kita…
Hari ini, sepulang dari dokter, aku dan ummi menunggu becak, tapi karena dua tukang becak diapnggil ga nengok2, walhasil kami akhirnya berjalan kaki sampai nemuin tukang becak… di tengah perjalanan,ada satu tukang becak yang menawarkannya becaknya. Dengan penuh semangat dia lalu memutar becaknya dan mengantarkan kami mengambil angkot untuk pulang ke rumah..
Di tengah perjalanan, aku mengetahui bahwa tukang becak ini beda dari yang lain, kayaknya bapak ini punya masalah berat..itu kelihatan dari raut wajah dan pembicaraan yang dia lakukan dengan ummi dalam bahasa daerah, walapun aku ga terlalu ngerti, namun aku bisa ambil kesimpulan kalau bapak ini lagi kesusahan.. Dengan terus mendayuh becaknya, bapak ini terus menangis di tengah jalan sambil ngos-ngosan dan berbicara dengan ummi… ummi hanya terus mengatakan.."kasihan..kasihan", aku tetap aja diam karena ga tau maksud pembicaraan mereka, namun aku mengambil kesimpulan kalau bapak ini butuh uang.. Walhasil, pas di tempat tujuan, yang seharusnya kami Cuma kasih 3000, ummi lalu mencari 20rbuan, tapi karena ga nemu, aku bilang aja, kasih 50rb aja ma.. Ummi pun memberikan dan mengatakan kepda bapak tadi "semoga bisa meringankan ya pak"
Setelah menunggu angkot, bapak ini mengatakan, "disni dah ga ada angkot bu, udah jam setengah 10, naik aja lagi bu, ntar aku antar sampai depan gedung DPR ambil angkot buat ke rumah ibu.."
Awalnya aku ga mau, karena kasihan ngelihat bapaknya yang udah kecapean, "ga usah ma, kasihan bapaknya" tapi bapak ini terus maksa… ya udah naik aja ma..
Di tengah perjalan, bapak ini masih saja bicara dengan ummi, aku menjadi pendengar setia yang ga tau artinya… sesekali aku mendengar suara bapak tadi tersedu-sedu…
"dalam hati, terus saja aku bertanya..ya rabb,kenapa bapak ini, kasihan sekali..udah tua juga.."
Akhirnya setelah turun, ummi memberikan uang lagi kepada bapak tadi, 50rb jadi cukup deh 100rb…
Ketika turun dari becak, bapak itu terus mengucapkan terima kasih, dan memanggilkan kami angkot..
Tanda tanya besar dalam kepalaku, 'apa yang sebenarnya terjadi, kenapa ummi seperti mau nangis..??"
Di atas angkot , aku pun bertanya ke ummi…
Ummipun menjelaskan…
bapak tadi kasihan, katanya kemarin istrinya melahirkan dan pas melahirkan anaknya tuh meninggal… mau dikuburin tapi ga ada uang beli kain kafannya, padahal besok pagi dah mau dikubur.. Uang kain kafan semuanya 120rb, sedangkan hari ini bapak tuh Cuma dapat uang 20rb, sampai jam setengah 10 malam ga ada penumpang lagi, bapak itu jadi sedih, kemana harus cari uang lagi.. Makanya pas ketemu kita, bapak itu jadi senang, malah sempat nawarin kita untuk diantar sampai rumah katanya,,
hah?sampai rumah pikirku?? Itukan jauhh banget, bisa bengkak tuh betis ngayuh becak sejauh itu..
Waktu di tengah jalan, bapak itu bilang ke ummi.. "bu aku pinjam uang ibu, 50rb lagi bu…malam ini aku harus ke rumah sakit buat jenguk istri dan beli kain kafan..tolong bu,, aku janji bakalan kembalikan.."
Akhirnya ummi pun kasih uang 50rb lagi buat bapak tadi, 'ini pak, ga papa, ga usah diganti, moga uang ni berberkah ya pak…"'
Makasih bu..makasih bu..
Sambil mengusap air matanya, bapak ini pun pergi, katanya langsung ke rumah sakit…
Ternyata, becak yang dipakai bapak itu pun bukan becaknya, beliau Cuma sewa 5000 sehari..
Allohu akbar…
Di atas angkot, aku terus merenung..merenung atas nikmat yang begitu banyak yang diberikan alloh padaku , sampai terkadang nikmat itu membuatku lupa untuk bersyukur, membuatku lupa bahwa disekitar kita banyak yang lebih membutuhkan…
uang yang biasa diberikan orang tua kepada kita, terkadang kita memakainya hanya untuk sekedar mengisi perut yang sebenarnya ga lapar, atau hanya sekedar mencuci-cuci mata di mall, atau membeli sesuatu yang tidak kita butuh-butuh amat…
Namun, terkadang kita lupa..bahwa masih banyaak saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan bantuan kita, membutuhkan uluran tangan kita untuk sekedar mengisi perut-perut mereka yang kelaparan..
Bukankah sesama muslim itu ibarat satu tubuh, jika satunya merasa sakit maka yang lain akan ikut merasakan sakitnya….???
Allohu akbar,,, semoga setelah ini, aku bisa menjadi orang yang lebih bersyukur dan lebih melihat kebutuhan orang-orang yang membutuhkan..
Allohul musta'an..
Ayo baca Lagi...