Laman

Dik, kami merindukanmu….

Sudah beberapa hari berlalu semenjak kepergiannya..
Namun, masih terasa hangat senyum yang menempel di wajahnya..
Belum bisa terlupakan keceriaan yang dibawanya…
Suatu ketika, aku melihat sebuah album foto, tiba-tiba terlihat foto seorang gadis manis dengan senyumnya yang sangat indah..
Seorang gadis yang baru beberapa hari pergi meninggalkan kami…
Senyumnya begitu indah, seakan membuat diri ini belum percaya bahwa dirinya telah tiada…
Tiba-tiba tubuh ini menjadi lemas..
Hati ini menjadi sakit..
Dan airmata ini serasa ingin tumpah kembali saat melihat manisnya senyumnya…
Senyum yang kini hanya bisa dilihat lewat selembar kertas foto..
Senyum yang tidak bisa lagi dilihat secara langsung dari diri seorang "ghina"..
Kami begitu merindukanmu dik...
Begitu teramat merindukanmu...
Tapi, inilah takdir alloh, yang alloh tetapkan 50.000 tahun yang lalu sebelum bumi diciptakan..
Sedih??? Pasti..
Bahkan teramat sangat sedih jika ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi…
Tapi, kita tak boleh terus begini..
Tak boleh larut dalam kesedihan..
Tidak boleh!!!
Jika masih terus menerus larut dalam kesedihan…
"ghina" mungkin juga akan sedih melihat keadaan kita…
Tidak ada gunanya terus menerus bersedih..
Yang musti kita lakukan adalah berdo'a dan berdo'a..
Moga alloh melapangkan kubur adindaku Ghina dan menempatkannya di jannah firdaus bersama para nabi dan rosul serta orang-orang yang sholih..aminn..allohumma amin..

"serambi madinah…sesaat setelah melihat foto adinda ghina"

Tidak ada komentar: