"assalamu'alaikum..kak afwan, saya minta izin tidak pergi tarbiyah, karena saya kena kanker ganas, tolong doakan saya supaya cepat sembuh supaya bisa tarbiyah lagi. Syukran kak."
Kira-kira seperti itulah bunyi sms yang masuk dalam inbox hpku sekitar 2 bulan yang lalu dari seorang adik.. Seorang adik yang terkenal ceria dan penuh semangat dalam menjalankan kehidupannya sebagai seorang anak SMP..
Sudah 2 bulan ini, kami kehilangan canda dan tawanya…
Sudah 2 bulan ini tarbiyah kami sepi dengan gurauan-gurauan manisnya..
Sudah 2 bulan ini kami tak lagi mendengarnya menyetorkan hafalan alqur'an..
Semua disebabkan karena dirinya masih berjuang melawan penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya…
Hari ini, pertama kali aku menjenguknya di rumah sakit disebabkan karena kesehatanku yang juga agak terganggu sehingga baru sempat menjenguknya.
Beberapa hari yang lalu aku mendengar kabar kalau adik ini penyakitnya semakin parah dan musti dirawat di ruang ICU. Aku pun melangkahkan kakiku untuk menjenguknya bersama salah seorang kakak dan teman-teman tarbiyah adik itu…
Sesampai di rumah sakit, aku masuk ke ruang ICU, karena di ruangan ICU tidak boleh dimasuki oleh banyak orang, akhirnya kami bergantian masuk, aku mendapat giliran yang pertama masuk..
Ketika aku masuk, terlihat seorang adik yang sangat berbeda..beda dengan adik yang pertama kali kulihat sekitar 2 bulan yang lalu…
Dirinya duduk tertunduk lesu dengan beberapa selang yang berada di tubuhnya, dia memakai alat bantuan pernafasan, rambutnya yang dulunya begitu subur, kini rontok satu persatu…dengan suara yang sangat lemas, dia meminta bantuan dokter untuk mengambilkannya sesuatu…
Kutatap dia dengan wajah yang sangat sedih dan kusapa dirinya..
"dek, masih ingat kk? Bagaimana perasaannya de?"
"iya kak,, panas..panas.." walaupun dengan suara yang begitu lemas dan hampir tidak terdengar, dia masih menyempatkan dirinya menjawab pertanyaanku bahwa dia masih mengenaliku..
Kupandangi dirinya beberapa menit dan aku pun mulai mengingat awal kali aku bertemu dengannya..
Seorang anak dengan wajah yang ceria, senyum yang indah, tubuh yang sehat dan semangat yang membara dalam menuntut ilmu..
Tapi sekarang…
Kemana wajah ceria itu??
Kemana senyum indah itu??
Kemana semangat yang membara itu??
Kemana??
Sebuah penyakit membuat semuanya hilang..hilang…hingga membuat dirinya begitu berbeda…
Aku pun keluar dari ruangan tersebut, karena masih banyak teman-temannya yang lain yang ingin melihatnya. Sebelum keluar ku katakan padanya..
"de, cepat sembuh ya, rajin minum obat..ntar kalau dah sembuh kita tarbiyah lagi.."
"iya kak" dia menjawab dengan nada yang lesu…
Teman-temannya pun bergantian masuk menjenguknya. Setiap salah seorang dari mereka keluar, air mata mereka tak kuasa mereka bendung..
Sedih melihat keadaan saudarinya..
Rindu ingin melihat saudarinya berkumpul bersama..
Tertawa, bercanda, bergurau..semua mereka rindukan dari seorang saudari yang masih berada di dalam kamar tersebut melawan penyakitnya…
"kak..dia begitu kurus, rambutnya rontok, dia begitu lemas kak..padahal waktu terakhir aku lihat dia tidak sekurus itu.." salah seorang adik menyampaikan perasaaannya padaku sambil mengusap air matanya ketika selesai melihat temannya..
Beberapa hari yang lalu aku mendengar kabar dari seorang teman. Waktu itu si adik belum masuk ke ruangan ICU. Ketika salah seorang temannya datang menjenguk..si adik yang sekarang berada di ruang ICU itu menyapa teman yang menjenguknya sembari mengatakan "ukhti, masih kenal sama ana kan?"(itu dia katakan, karena tubuhnya yang sudah mulai melemah, dan rambutnya pun sudah mulai rontok sehingga dia merasa temannya sudah tidak mengenalinya lagi) teman yang menjenguknya begitu sedih mendengar kata dari saudarinya tercinta, dia pun tak kuasa menjawab pertanyaannya dan langsung keluar kamar dan menangis tersedu-sedu..
Tak ada yang bisa kami lakukan selain berdo'a, berdo'a dan berdo'a..semoga adikfillah diberi kesembuhan oleh alloh dan kembali ceria seperti dulu lagi…
Amin..allohumma amiin…
"teruntuk adindaku tersayang "ghina" yang masih berjuang melawan penyakitnya… semoga lekas sembuh adik…agar kita bisa tarbiyah lagi, bercanda, tertawa, tersenyum, dan menghafal alqur'an bersama teman-teman yang lain..karena kami sangat merindukan kehadiranmu… syafahallahu wa laba'sa thahurun insyaa alloh"
"serambi madinah 12-mei-2009 saat menunggu di sebuah ruangan dokter…"
Demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah kepada seseorang atas perantara kamu maka (ganjarannya) lebih baik bagi kalian daripada kalian mendapatkan seekor onta merah. (HR .Muslim)
Kemana senyum manismu adinda???
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar